Rabu , 17 Oktober 2018
Cara Merawat Rambut Agar Cepat Panjang, Tidak Rontok dan Bercabang Rambut yang sehat adalah simbol bagi kecantikan kaum wanita. Dari rambut yang terlihat terawat dan sehat, akan membuat aura Anda terpancar dan penampilan pun akan semakin menarik. Namun ada banyak masalah rambut yang harus dihadapi wanita akibat proses perawatan rambut secara kimiawi, seperti misalnya keluhan rambut bercabang, berketombe, kering, dan rambut yang rontok. Untuk mendapatkan rambut yang indah, ada banyak cara merawat rambut yang dapat Anda lakukan, baik lewat perawatan khusus di salon kecantikan, ataupun dilakukan sendiri dengan bahan-bahan alami yang terjamin keamanan dan kebersihannya. Cara Merawat Rambut Agar Tidak Rontok Tentunya sebagai wanita sering muncul beberapa masalah akan kerontokan rambut. Nah, cara merawat rambut seperti ini bisa dengan cara alami agar lebih aman dan sehat untuk rambut Anda. Gunakan manfaat lendir aloevera atau lidah buaya untuk memijat bagian kulit kepala. Biarkan meresap kira-kira 15 menit, lalu bilaslah dengan air bersih. Kandungan vitamin alami yang dimiliki lidah buaya dipercaya memulihkan kekuatan akar dan batang rambut sehingga menghindarkan Anda dari kerontokan. Selain menggunakan lidah buaya, Anda juga dapat menggunakan aneka minyak alami seperti misalnya minyak zaitun dan minyak kelapa yang dipanaskan. Pijatlah bagian kulit kepala dengan minyak alami ini, tutup dengan handuk atau shower cap, lalu biarkan selama kurang lebih satu jam. Proses pemanasan minyak berguna untuk mengaktifkan kandungan vitaminnya sehingga akan lebih efektif menjaga kekuatan rambut Anda. cara merawat rambut alami cara merawat rambut pria cara merawat rambut agar lurus cara merawat rambut kering dan mengembang cara merawat rambut agar sehat dan cepat panjang Cara merawat rambut rusak cara merawat rambut rontok cara merawat rambut rusak agar kembali sehat

5 Surat Nabi Muhammad SAW Kepada Para Raja

PANGGILAN dari SURAU – Tahukah anda bahwa Rasulullah Muhammad SAW pernah berkirim surat kepada sejumlah pemimpin negara tetangga. Surat-surat tersebut berisi ajakan agar para pemimpin negara memeluk Islam.

Salah satu pemimpin negara yang dikirimi surat itu adalah Raja Mesir Al Muqawqis pada 6 Hijriyah. Dalam surat tersebut, Rasulullah mengundang sang raja untuk memeluk Islam dan mengatakan jika sang raja menjadi Muslim, maka Allah akan melipatgandakan pahalanya.

Rasulullah juga mengutip salah satu ayat dalam Alquran, ‘Katakanlah, ‘Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah.’ Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka, ‘Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).’

Rasulullah juga mengirim surat kepada Raja Ethiopia, Ashama ibn Abjar; Kaisar Bizantium, Heraclius; Raja Persia, Chosroes; Penguasa Bahrain, Munzir ibn Sawa; Pangeran Yaman, Himyarite Harith; dan Gubernur Syam, Harith Gassani.

Baca Juga :   Kisah Wanita Cantik Mulia Bersuamikan Lelaki Tua Hitam dan Buruk Akhlaknya

Seluruh surat Rasulullah yang ditujukan kepada para penguasa negara untuk memeluk Islam disimpulkan dalam pernyataan: Jika berpaling, Anda menanggung dosa para pengikut Anda.

Dalam beberapa narasi sejarah, Raja Persia, Chosroes, menyobek surat tersebut. Saat Rasulullah mendengar kabar itu, Rasulullah berjanji akan menghancurkan Chosroes.

Beberapa surat tersebut kini disimpan di Museum Istanbul, Turki. Sementara Museum Madinah di Arab Saudi menyimpan beberapa lembar surat asli Rasulullah.

Sumber: alarabiya.net