== [ Close Klik 2x ] ==
Selamat Datang

Akan Datang Seorang Pemuda Ahli Syurga kata Rasulullah

12279057_1035223409883562_8411947718350670515_nDI SALAH satu sudut Masjid Nabawi terdapat satu ruang yang kini digunakan sebagai ruang khadimat.

Dahulu di tempat itulah Rasulullah SAW Senantiasa berkumpul bermusyawarah bersama para Shahabatnya radhiallaahu ‘anhum. Di sana Beliau Rasulullah SAW memberi taushiyyah, bermudzakarah, dan ta’lim. Suatu ketika, saat Rasulullah SAW memberikan taushiyyahnya, tiba-tiba Beliau SAW berucap,

“Sebentar lagi akan datang seorang pemuda ahli syurga.”

Para sahabat radiallahu’anhum pun saling memandang antara satu sama Lain,  di sana ada Abu Bakar Ash Shiddiqradhiallaahu ‘anhu, Utsman bin Affanradhiallaahu ‘anhu, Umar bin Khattab radhiallaahu ‘anhu, dan beberapa sahabat lainnya.

Tak lama kemudian, datanglah seorang pemuda yang dari penampilannya, terlihat sangat sederhana. Pakaiannya, penampilannya, sementara wajahnya masih basah dengan air wudhu.

Di tangan kirinya memegang sandal yang sederhana juga. Di kesempatan lain, ketika Rasulullah SAW berkumpul dengan para sahabatnya, Beliau Rasulullah SAW pun berucap,

“Sebentar lagi kalian akan melihat seorang pemuda ahli syurga.”

Dan pemuda sederhana itu datang lagi, dengan keadaan yang masih tetap sama, sederhana. Para sahabat yang berkumpul pun mulai menunjukkan keheranannya , siapa gerangan sebenarnya pemuda sederhana itu? Bahkan hingga kali ketiga Rasulullah SAW mengatakan hal yang sama pula.

Bahwa pemuda sederhana itu adalah seorang ahli syurga. Seorang sahabat, Mu’adz bin Jabbal radhiallaahu ‘anhu pun berasa penasaran. Amalan apa yang dimiliki pemuda itu sampai-sampai berkali-kali Rasulullah menyebutnya pemuda ahli surga?

Maka Mu’adz radhiallaahu’anhu berusaha mencari jawapan. Ia berdalih sedang bertengkar dengan ayahnya dan meminta izin untuk menginap beberapa malam di kediaman si pemuda tersebut. Si pemuda pun mengizinkan. Dan mulai saat itu Mu’adz mengamati setiap amalan pemuda tersebut.

Malam pertama, ketika Mu’adz bangun untuk tahajjud, pemuda tersebut masih terlelap hingga datang waktu subuh. pada waktu shubuh, mereka bertilawah. Diamatinya bacaan pemuda tersebut yang masih tidak lancar, dan tidak begitu fasih. Ketika masuk waktu dhuha, Mu’adz bergegas menunaikan solat sunah itu, sementara si pemuda itu justru tidak.

Keesokannya, Mu’adz kembali mengamati amalan pemuda tersebut. Malam tanpa tahajjud, bacaan tilawah tidak Lancar dan tidak begitu fasih, serta di pagi harinya tidak shalat dhuha. Begitu pun di hari ketiga, amalan pemuda itu masih tetap sama. Bahkan di hari itu Mu’adz shaum sunnah, sedangkan pemuda itu tidak shaum.

Baca Juga :   SEMUA DIKABULKAN ALLAH KECUALI SATU, Pertemuan Tukang Roti dengan Imam Hambali

Mu’adz pun semakin heran dengan ucapan Rasulullah SAW. Tidak ada yang istimewa dari amalan pemuda itu, tetapi Beliau SAW menyebutnya sebagai pemuda ahli syurga. Hingga Mu’adz pun langsung mengungkapkan keheranannya pada pemuda itu.

“Wahai Saudaraku, sesungguhnya Rasulullah SAW menyebut-nyebut engkau sebagai pemuda ahli surga. Tetapi setelah aku amati, tidak ada amalan istimewa yang engkau amalkan. Engkau tidak tahajjud, bacaanmu pun tidak begitu fasih, pagi hari pun kau lalui tanpa shalat dhuha, bahkan shaum sunnah pun tidak. Lalu amalan apa yang engkau miliki sehingga Rasul SAW menyebutmu sebagai ahli syurga?”

“Saudaraku, aku memang belum mampu tahajjud. Bacaanku pun tidak fasih. Aku juga belum mampu shalat dhuha. Dan aku pun belum mampu untuk shaum sunnah. Tetapi ketahuilah, sudah beberapa minggu ini aku berusaha untuk menjaga tiga amalan yang baru mampu aku amalkan.”

“Amalan apakah itu???”

“Pertama, aku berusaha untuk tidak menyakiti orang lain. Sekecil apapun, aku berusaha untuk tidak menyinggung perasaan orang lain. Baik itu kepada ibu bapakku, isteri dan anak-anakku, kerabatku, tetanggaku, dan semua orang yang hidup di sekelilingku. Aku tak ingin mereka tersakiti atau bahkan tersinggung oleh ucapan dan perbuatanku,” papar pemuda ahli syurga itu.

“Subhanallah…kemudian apa??”

“Yang kedua, aku berusaha untuk tidak marah dan memaafkan. Karena yang aku tahu bahwa Rasullullah tidak suka marah dan mudah memaafkan.”

“Subhanallah…lalu kemudian??”

“Dan yang terakhir, aku berusaha untuk menjaga tali silaturrahim. Menjalin hubungan baik dengan siapapun. Dan menyambungkan kembali tali silaturrahim yang sudah terputus.”

“Demi Allah…engkau benar-benar ahli syurga. Ketiga amalan yang engkau sebut itulah amalan yang paling sulit aku amalkan.”


sumber rozaini abu bakar
________________________________________
* Wallaahu a’laam bish-shawabi
(Dan Allah Maha Tahu yg benar / yg sebenarnya)