== [ Close Klik 2x ] ==
Selamat Datang

Apakah Anda Termasuk Golongan Ahli Dunia atau Ahli Akhirat ?

Foto Ilustrasi
Foto Ilustrasi

 

PANGGILAN dari SURAU – Masuk golongan yang manakah Anda. Ahli dunia atau akhirat. jawaban dan sikap Anda akan menentukan di posisi mana anda di akhirat kelak.

 

بين أهل الدنيا و اهل والآخرة*

دخل أحد الأشخاص على ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ من الصالحين…

Seseorang masuk menemui seorang ulama shaleh.

وقـال له : -أريد أن أعــرف … أنا من أهل الدنيا أم من أهل الآخرة …؟…

Orang itu berkata kepada Pria Shaleh itu : ” Aku ingin mengetahui…. Apakah aku ini termasuk ahli dunia atau ahli akhirat…?

فرد العبد الصالح : – اذا دخل عليك من يعطيك مالا.. و دخل عليك من يأخذ منك صدقة … فبأيهما تفرح ؟.

Ulama shaleh itu menjawab : “Bila datang kepadamu seorang yang akan memberimu uang dan orang yang akan meminta sedekah darimu maka siapakah di antara mereka berdua yang kamu merasa bahagia menjumpainya…?

فسكت الرجــل …

Si penanya terdiam…

فقال العبد الصالح : – اذا كنت تفرح بمن يعطيك مالا ، فأنت من أهل الدنيا …

Ulama shaleh itu melanjutkan : “Bila kamu bahagia dengan kedatangan orang yang akan memberimu uang berarti kamu berada di antara ahli dunia.”

وإذا كنت تفرح بمن يأخذ منك صدقة ، فأنت من اهل الآخرة …

Dan bila kamu bahagia dengan kedatangan orang yang akan meminta sedekah berarti kamu adalah ahli akhirat.

فأخذ الرجل يردد : سبحان الله …!!!

Si penanya itu bergumam sambil mengulang-ulang kalimat : ” _Subhanallah_…!”

قال العبد الصالح :
لذلك كان بعض الصالحين إذا دخل عليه من يريد صدقة ، كان يقول له متهللاً : مرحبا بمن جاء يحمل حسناتي إلي الآخرة بغير أجر ..
و يستقبله بالفرحة والترحاب.

Ulama shaleh itu melanjutkan : “Karena itulah sebagian orang-orang shaleh bila didatangi oleh orang yang akan meminta sedekah ia akan berkata dengan penuh Keceriaan : “Selamat datang kepada orang yang akan membawa kebaikan akhirat untukku tanpa perlu dibayar.”

Baca Juga :   SUSAHNYA MENJADI KORUPTOR, Hartanya Gak Laku

Ia akan menerima kedatangan orang semacam itu dengan sambutan penuh kegembiraan.

قال الرجل : إذن أقول : إنا لله وإنا إليه راجعون …!

 

Si penanya berkata :
Jadi aku mestinya mengucapkan “Innalillahi wa inna ilaihi rajiun….?”

 

قال العبد الصالح : لا تيأس من رحمة الله ،، سر في ركابهم تلحق بهم ..
إن لم تكونوا مثلهم فتشبهوا بهم إن التشبه بالكرام فلاحُ ،،،
– إن جاءك المهموم انصت ..
– وإن جاءك المعتذر اصفح ..
– وإن جاءك المحتاج انفق ..

 

Ulama shaleh menanggapi : “Jangan berputus asa atas rahmat Allah SWT…. ”

“Berjalanlah di atas tunggangan kaum shalihin dalam mengikuti jejaknya, kamu akan mampu menyusul mereka…Bila kamu tidak sama persis seperti mereka, maka berusahalah meniru mereka. Karena berusaha itu seperti menyerupai orang mulia tersebut adalah suatu kebaikan.”

Bila kamu didatangi oleh orang yang sedang gundah, dengarlah dengan penuh perhatian.

Bila kamu didatangi oleh orang untuk meminta maaf, maka maafkanlah segala kesalahannya.

Bila kamu didatangi oleh orang yang membutuhkan bantuan, berilah ia tanpa menyakiti perasaannya.

– إجعل من يراك يدعو لمن رباك ..

Jadikanlah orang yang pernah melihatmu, membuatnya menjadi penyeru  (da’i) kebaikan di Jalan Allah SWT.

فنقاء القلب ليس غباء ، إنما ميزة يضعها الله فيمن يحب.

 

Kebeningan Hati itu Bukanlah suatu Kebodohan.  Itu adalah kelebihan yang diletakkan Allah SWT pada diri orang yang Ia cintai. Semoga Allah senantiasa menuntun dan menjadikan kita ke dalam golongan Ahli akhirat …amien.

Wallahu A’lam Bishshowab. (pds)

 

oleh Muhammad Idrus Ramli
via FP Madras Ribath