Jumat , 14 Desember 2018

Banyak yang Penasaran, KENAPA PUTRI ULAMA BESAR QURAISY SHIHAB INI TIDAK BERJILBAB

Karier Najwa Shihab sebagai host televisi kian moncer. Namun tak sedikit yang mempertanyakan, kenapa hingga sekarang presenter cantik ini  tidak berhijab. Padahal dia adalah putri salah satu ulama besar Nusantara, ahli tafsir Alquran,  Prof Dr Quraisy Shihab.

 

Najwa Shihab. - foto jpnn
Najwa Shihabfoto jpnn.com

PANGGILAN dari SURAU –
Siapa yang tak kenal Najwa Sihab, 38,  presenter tenar dari sebuah acara talkshow salah satu stasiun TV swasta di Indonesia. Namun, sebagai anak wanita dari seorang ulama yang tersohor di indonesia, banyak yang mempertanyakan cara berpakaian host Mata Najwa di, MetroTV ini.Nana – panggilan Najwa Shihab – hingga saat ini tidak mengenakan jilbab.Pertanyaan yang “wajar” mengingat dia bukanlah wanita biasa.

Dia adalah putri kedua dari seorang ulama, ahli tafsir,  mantan rektor, mantan Dubes RI untuk Mesir sekaligus mantan Menteri Agama Kabinet Pembangunan VII di era Soeharto, Prof Dr Quraisy Shihab yang wajahnya hingga kini masih sering tampil di sejumlah di layar kaca.Ia juga keponakan dari Dr  Alwi Shihab, mantan Menko Kesra (kabinet SBY) yang pernah “berseteru” dengan dirinya saat peristiwa tsunami Aceh Desember 2004.

Najwa Shihab berfoto wefie dengan sang ayah Prof Dr Quraisy Shihab dan pamannya Dr Alwi Shihab. - Foto JPNN
Najwa Shihab berfoto wefie dengan sang ayah Prof Dr Quraisy Shihab (kanan) dan pamannya Dr Alwi Shihab (kiri). foto jpnn.com

 

Memang benar, wanita kelahiran Makassar 16 september 1977 ini hidup dalam lingkungan keluarga yang religius dan demokratis.  Nana kecil, saat di Makassar, sudah masuk TK Al-Quran. Dia masih ingat betul, kalau melakukan kesalahan, sang guru memukulnya dengan kayu kecil. Sekolah Dasar di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Hidayah (1984-1990), lalu SMP Al-Ikhlas, Jeruk Purut, Jakarta Selatan, pada 1990-1993.

Aktivitas sampai SMU, dipimpin ibunya, Nana dengan lima orang saudaranya sejak magrib harus ada di rumah. “Jadi berjamaah magrib, ngaji Al-Quran, lalu ratib Haddad bersama. Itu ritual keluarga sampai saya SMU.” Setelah kuliah, karena banyak kegiatan, Nana baru boleh keluar setelah magrib.

Baca Juga :   Ustadz ini "Main" Ponsel Ketika Jadi Imam Shalat

Keluarganya memang sangat memprihatikan faktor pendidikan. “Pendekatan pendidikan di keluarga tidak pernah dengan cara-cara yang otoriter. Saya rasa itu sangat mempengaruhi, bagaimana pola didik orang tua ke anak akan mempengaruhi perilaku,” ujarnya.

Pendidikan, bagi keluarga Shihab, adalah nomor wahid, tidak bisa ditawar-tawar. Dulu waktu kelas dua SMU, Nana dapat kesempatan AFS (America Field Service), program pertukaran pelajar ke Amerika. Sempat keluarga menolak karena harus melepas selama setahun anak cewek yang baru usia 16 tahun tinggal di keluarga asuh.

“Sempat terjadi perdebatan keluarga. Waktu itu yang paling mendukung ayah saya. Apa pun untuk pendidikan akan diperbolehkan, dalam usia itu pun beliau sudah memberikan kepercayaan, walaupun di sana dia sudah dibekali agama, mereka percaya shalatnya tidak akan ditinggal. Dan alhamdulillah saya bisa menjaga kepercayaan itu,” cerita Nana.

Sekembali ke Tanah Air, Nana menyelesaikan SMA nya dan sukses menembus bangku kuliah UI melalui jalur PMDK, jalur tanpa tes Sipenmaru.  Dia diterima di Fakultas Hukum UI dan lulus tahun 2000.

Quraish Shihab, pakar tafsir Alquran itu, bagi Nana, adalah sosok bapak yang santai. “Seneng joke-joke Abu Nawas, ketawa-ketawa,” kisahnya. Jadi beliau, kata Nana, membebaskan pilihan kepada anak-anaknya untuk sekolah ke mana saja.

Tidak hanya persoalan pendidikan, kebebasan juga diberikan oleh sang bapak untuk menentukan pasangan hidupnya. “Bahkan saat saya memutuskan untuk nikah muda, 20 tahun, ayah memberi kepercayaan. Bagi beliau yang penting kuliah selesai.”

Menjelang pernikahan, kata Nana, keluarga sempat ragu, tapi karena pengalaman kakak yang nikah saat usia 19 tahun akhirnya diizinkan. Tapi sebelum itu mereka sekeluarga umroh dulu. “Di sana ayah bertanya, ‘udah mantep?’ saya jawab, ‘udah’. Ya sudah diizinkan,” tutur Nana.

Ketika masih kuliah itulah……