Minggu , 19 Agustus 2018

BEGINI CARA JIBRIL MEMILIH BURAQ sbg TUNGGANGAN RASULULLAH Saat Mi’raj

Foto Ilustrasi

Syeikh Utsman bin Hasan Al Jaubari berkata dalam kitab Durratul Wa’izhin:

وَأَمَّا سَبَبُ الْمِعْرَاجِ فَهُوَ أَنَّ الْأَرْضَ اِفْتَخَرَتْ عَلَى السَّمَاءِ
فَقَالَتِ الْأَرْضُ أَنَا خَيْرٌ مِنْكِ لِأَنَّ اللهَ تَعَالَى زَيَّنَنِيْ بِالْبِلَادِ وَالْبِحَارِ وَالْأَنْهَارِ وَالْأَشْجَارِ وَالْجِبَالِ وَغَيْرِهَا

Adapun sebab Mi’raj adalah bahwa bumi membanggakan diri kepada langit

Bumi berkata: “Aku lebih baik darimu, karena Allah telah menghiasiku dengan hamparan pulau, lautan, sungai, pepohonan, pegunungan dan lain sebagainya.”

فَقَالَتِ السَّمَاءُ أَنَا خَيْرٌ مِنْكِ لِأَنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالْكَوَاكِبَ وَالْأَفْلَاكَ وَالْبُرُوْجَ وَالْعَرْشَ وَالْكُرْسِيَّ وَالْجَنَّةَ فِيَّ

Langitpun berkata: “Aku lebih baik darimu, karena matahari, bulan, bintang, orbit, gugusan bintang, arsy,kursy dan syurga berada padaku.”

وَقَالَتِ الْأَرْضُ فِيَّ بَيْتٌ يَزُوْرُهُ وَيَطُوْفُ بِهِ الْأَنْبِيَاءُ وَالْمُرْسَلُوْنَ وَالْأَوْلِيَاءُ وَالْمُؤْمِنُوْنَ عَامَّةً

Bumi berkata: “Ada padaku Baitullah yang didatangi dan digunakan melaksanakan ibadah thowaf oleh seluruh para nabi dan rosul, para wali dan orang-orang yang beriman sekalian.”

وَقَالَتِ السَّمَاءُ فِيَّ الْبَيْتُ الْمَعْمُوْرُ يَطُوْفُ بِهِ مَلَائِكَةُ السَّمَاوَاتِ وَفِيَّ الْجَنَّةُ الَّتِيْ هِيَ مَأْوَى أَرْوَاحِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَأَرْوَاحِ الْأَوْلِيَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ

Langitpun berkata: “Ada padaku Baitul Makmur, yang digunakan thowaf oleh seluruh malaikat langit , dan ada padaku syurga yang menjadi tempat arwah para nabi dan rosul, arwah para wali dan para sholihin.”

وَقَالَتِ الْأَرْضُ إِنَّ سَيِّدَ الْمُرْسَلِيْنَ وَخَاتَمَ النَّبِيِّيْنَ وَحَبِيْبَ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَأَفْضَلَ الْمَوْجُوْدَاتِ عَلَيْهِ أَكْمَلُ التَّحِيَّاتِ وَطَنَ فِيَّ وَأَجْرَى شَرِيْعَتَهُ عَلَيَّ

Bumi berkata: “Sesungguhnya pemimpin para rosul dan penutup para nabi, kekasih Tuhan semesta alam berada padaku, dan memberlakukan syariatnya di atasku.”

فَلَمَّا سَمِعَتِ السَّمَاءُ هَذَا عَجَزَتْ وَسَكَتَتْ عَنِ الْجَوَابِ وَتَوَجَّهَتْ إِلَى اللهِ تَعَالَى فَقَالَتْ
إِلَهِيْ أَنْتَ تُجِيْبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاكَ وَأَنَا عَجَزْتُ عَنْ جَوَابِ الْأَرْضِ فَأَسْأَلُكَ أَنْ يَصْعَدَ مُحَمَّدٌ إِلَيَّ فَأَتَشَرَّفَ بِهِ كَمَا تَشَرَّفَتِ الْأَرْضُ بِجَمَالِهِ وَافْتَخَرَتْ

Maka ketika langit mendengar jawaban ini, ia diam dan tak mampu lagi menjawab.
Kemudian langit mengadu kepada Allah SWT : Ya Allah, Engkau Maha mengabulkan hamba yang butuh ketika berdo’a kepadaMu, kini aku tak mampu menjawab bumi, maka aku mohon padaMu, agar nabi Muhammad naik padaku, sehingga aku bisa berbangga kepada bumi dengan dengannya, sebagaimana bumi berbangga dengan keelokan nabi Muhammad.

فَأَجَابَ اللهُ دَعْوَتَهَا وَأَوْحَى اللهُ تَعَالَى إِلَى جِبْرِيْلَ فَقَالَ اِذْهَبْ إِلَى الْجَنَّةِ وَخُذِ الْبُرَاقَ وَاذْهَبْ إِلَى مُحَمَّدٍ فَذَهَبَ جِبْرِيْلُ وَرَأَى أَرْبَعِيْنَ أَلْفَ بُرَاقٍ يَرْتَعُوْنَ فِيْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ وَعَلَى جَبْهَتِهِمْ اِسْمُ مُحَمَّدٍ

Baca Juga :   Mengapa Nabi SAW Menolak Makan Malam yang Disajikan Istri Abu Ayyub ?

Maka Allah mengabulkan permintaan langit, dan memberikan wahyu kepada malaikat Jibril: “Wahai Jibril, pergilah ke syurga, ambillah buroq, dan pergilah kepada Muhammad. Maka berangkatlah Jibril. Ia melihat 40 ribu buroq sedang merumput di pertamanan syurga, sementara di dahi mereka ada nama Nabi Muhammad.”

وَرَآى فِيْهِمْ بُرَاقًا مُنَكِّسًا رَأْسَهُ يَبْكِيْ وَتَسِيْلُ مِنْ عَيْنَيْهِ الدُّمُوْعُ

Malaikat Jibril melihat seekor buroq yang selalu menundukkan kepalanya, si buroq selalu menangis dan berderai air matanya.

فَقَالَ جِبْرِيْلُ مَالَكَ يَا بُرَاقُ ؟

Jibril bertanya : “Wahai buroq, ada apa gerangan denganmu..”

قَالَ يَا جِبْرِيْلُ إِنِّيْ سَمِعْتُ مُنْذُ أَرْبَعِيْنَ أَلْفَ سَنَةٍ اِسْمَ مُحَمَّدٍ فَوَقَعَ فِيْ قَلْبِيْ مَحَبَّةُ صَاحِبِ هَذَا الْاِسْمِ وَعَشِقْتُهُ
وَبَعْدَ ذَلِكَ لَمْ أَحْتَجْ إِلَى طَعَامٍ وَلَا شَرَابٍ وَاحْتَرَقْتُ بِنَارِ الْعِشْقِ

Buroq menjawab: “Wahai Jibril, semenjak 40 ribu tahun silam aku mendengar nama MUHAMMAD, dan akupun jatuh cinta dan merindukan pemilik nama ini. Dan semenjak itu, aku tidak butuh makanan dan minuman karena aku telah terbakar api kerinduan.”

فَقَالَ جِبْرِيْلُ أَنَا أُوْصِلُكَ بِمَعْشُوْقِكَ

Malaikat Jibrilpun berkata : “Aku akan mempertemukanmu dengan orang yang engkau rindukan.”

ثُمَّ أَسْرَجَهُ وَأَلْجَمَهُ وَجَاءَ بِهِ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Kemudian malaikat Jibril memasang pelana dan kendali pada buroq tersebut, selanjutnya malaikat Jibril membawanya untuk bertemu dengan Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam, sebelum peristiwa Isra Mi’raj terjadi. (pds)

Wallaahu A’lam

Sumber: Kitab Nuruzhzhalaam, Syarh Manzhumah Aqidatil Awwam, karya Syeikh Nawawi, halaman 42, cet. Musthofa Al baabi Al Halabi

via islamuna.info #Googlenya Aswaja