== [ Close Klik 2x ] ==
Selamat Datang

Dasar, ‘Kelakuan’ Anak Muda Sekarang

Antrian belanja di sebuah supermarket. Foto Ilustrasi.
Antrian belanja di sebuah supermarket. Foto Ilustrasi.

 

PANGGILAN dari SURAU – Hari itu saya belanja keperluan pribadi di Borma swalayan. Setelah mengambil segala barang yang saya butuhkan, saya pun buru-buru menuju antrian di kasir.

Di depan saya ada seorang anak muda berpenampilan rada sangar dan di depan anak muda itu ada seorang ibu-ibu berpenampilan sederhana dengan 2 anaknya yang sedang menghitung belanjaan mereka di kasir.

” Total seluruhnya 145 ribu bu, ” kata si neng penjaga kasir tersenyum ramah setelah menjumlahkan seluruh barang belanjaan si ibu .

Ibu itu segera membuka dompetnya,  uangnya recehan semua dan sedikit lusuh , lalu dia menghitungnya satu persatu dengan wajah tertunduk . Kedua anaknya berdiri memperhatikan ibu mereka sambil sesekali memegang tangannya, keduanya terlihat tidak sabar . Antrian di Borma pun semakin panjang, maklum tanggal muda.

Saya lihat wajah si ibu pucat pasi, terlihat jelas ia kebingungan. Sebab – menurut dugaan saya – uang yang ada di dompetnya kurang . Ia mulai berfikir untuk mengembalikan sebagian barang belanjaan yang diambilnya.

Tiba-tiba,  anak muda di depan saya tadi membungkuk sambil memungut uang 50 ribuan yang ada di lantai dan menyodorkannya ke pada ibu itu : “Kade ah bu, hati hati bu kalau menghitung uang … ini ada selembar uang ibu yang jatuh.” Si ibu yang bengong seperti tak percaya. Dengan tangan bergetar mengambil dan menerima uang itu. Dengan tatapan mata penuh syukur ia memandang si anak muda di belakang antrian tersebut.

Setelah membayar di kasir dengan gembira kedua anaknya menenteng kantong plastik belanjaan berlalu.  Anak muda itu membayar belanjaannya sendiri sebelum ia juga beranjak.

Tergesa-gesa saya kejar dia, “Dek saya tahu, tadi kamu dengan sengaja menjatuhkan uang 50 rebuan kan, buat kamu kasihkan sama si ibu yang tadi itu. Saya lihat karena saya berada tepat di belakang kamu … demi ALLAH saya bertanya , bagaimana kamu bisa mendapatkan ide itu ?”

Si anak muda dengan santun menjawab,  “ALLAH lah yang mengilhamkan itu pada saya pak … saya tidak ingin si ibu itu malu di hadapan kita dan anak-anak nya … karena itu ALLAH menggerakkan hati saya untuk spontan mengerjakan apa yang bapak lihat.”

Baca Juga :   Tatkala Lewat di Atas Kubur, tak Sengaja Terucap Shalawat

Masya Allah,”Kelakuan” anak muda zaman sekarang begini toh. (pds)

 

Original shared facebook: Triya Nani via Subhan Noor & Fiqh Menjawab