Dicatet Ya, Ini Lafadz Niat Zakat Fitrah (Komplet Poster)

Ilustrasi. foto pegipegi.com

 

PANGGILAN dari SURAU – Seluruh amal ibadah harus melibatkan niat. Bukan hanya ibadah wajib tapi juga ibadah sunnah. Niat merupakan bagian dari penentu sah atau tidaknya suatu amalan. Tak terkecuali pada pelaksanaan zakat fitrah yang wajib ditunaikan oleh setiap individu Muslim, baik laki-laki, perempuan, dewasa, anak-anak, merdeka, atapun hamba sahaya.

Niat adalah iktikad tanpa ragu untuk melaksanakan sebuah perbuatan. Meski niat adalah urusan hati, melafalkannya (talaffudh) akan membantu seseorang untuk menegaskan niat tersebut. Talaffudh berguna dalam memantapkan iktikad karena niat terekspresi dalam wujud yang konkret, yaitu bacaan atau lafal.

Karena zakat merupakan ibadah wajib untuk semua umat Islam, sebagaimana kesepakatan empat imam madzhab, maka niat zakat fitrah (baik untuk suami, istri atau anak) diperlukan dalam bentuk lafal atau teks lisan untuk menunjukkannya.

Begitu pula ketika mengeluarkan akat mal atau zakat penghasilan, ada niat yang perlu diucapkan. Beikut ini adalah niat zakat fitrah dalam bahasa Arab yang disajikan kepada umat Islam di Indonesia, sesuai pemahaman ahlus sunnah wal jamaah (Aswaja).

Berikut beberapa lafal niat zakat fitrah dalam bahasa Arab:

NIAT ZAKAT FITRAH UNTUK DIRI SENDIRI 

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺍَﻥْ ﺍُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْﺴِﻰْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardu karena Allah Ta‘âlâ.”

Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri. image LAZ Sidogiri

 

Niat Zakat Fitrah untuk Istri

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﺯَﻭْﺟَﺘِﻲْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah Ta‘âlâ.

Niat Zakat Fitrah untuk Istri. image design LAZ Sidogiri

 

Niat Zakat Fitrah untuk Anak Laki-laki

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻭَﻟَﺪِﻱْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku…. (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta‘âlâ.”

Niat Zakat Fitrah untuk Anak Laki-laki. desain LAZ Sidogiri

 

Niat Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﺑِﻨْﺘِﻲْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku…. (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta‘âlâ.”

Niat Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan.  desain LAZ Sidogiri

 

Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻨِّﻰْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُﻨِﻰْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku, fardu karena Allah Ta‘âlâ.”

Baca Juga :   Kalau Masih Ngotot Teraweh 8 Rakaat, Baca Tulisan Ini

 

Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga. desain LAZ Sidogiri

 

Niat Zakat Fitrah untuk Orang yang Diwakilkan

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ (..…) ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk… (sebutkan nama spesifik), fardu karena Allah Ta‘âlâ.”

 

Saat menerima zakat fitrah, seorang penerima disunnahkan mendoakan pemberi zakat dengan doa-doa yang baik. Doa bisa dilafalkan dengan bahasa apa pun. Di antara contoh doa tersebut adalah seperti di bawah ini:

ﺁﺟَﺮَﻙ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﻋْﻄَﻴْﺖَ، ﻭَﺑَﺎﺭَﻙَ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﺑْﻘَﻴْﺖَ ﻭَﺟَﻌَﻠَﻪُ ﻟَﻚَ ﻃَﻬُﻮْﺭًﺍ

Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang engkau berikan, dan semoga Allah memberikan berkah atas harta yang kau simpan dan menjadikannya sebagai pembersih bagimu.

Soal siapa yang wajib membayar zakat fitrah, berikut ini keterangannya menurut Imam Madzhab Empat:

  1. Imam Hanafi: Kepala keluarga (ayah)
  2. Imam Maliki: Dirinya sendiri dan juga membayar untuk orang yang menjadi tanggung jawabnya
  3. Imam Syafi’i: Dirinya sendiri dan juga membayar untuk orang yang menjadi tanggung jawabnya
  4. Imam Hanbali: Dirinya sendiri dan juga membayar untuk orang yang menjadi tanggung jawabnya

Kapan zakat fitrah wajib dibayar?

  1. Imam Hanafi: Dari sebelum Ramadlan hingga sebelum Shalat Idul Fitri (1 Syawal)
  2. Imam Maliki: Dari 2 hari sebelum hari raya hingga sebelum Shalat Ied
  3. Imam Syafi’i: Dari 1 Ramadlan hingga sebelum Shalat Idul Fitri (1 Syawal). Afdlalnya sebelum Shalat Id didirikan.
  4. Imam Hanbali: Dari 2 hari sebelum hari raya hingga sebelum Shalat Idul Fitri.

Dibayar dengan makanan pokok atau uang tunai?

  1. Imam Hanafi: Boleh dengan uang tunai atau makanan pokok
  2. Imam Maliki: Makruh dibayar dengan uang tunai
  3. Imam Syafi’i: harus dengan makanan pokok, Tidak boleh dengan uang tunai (al-Bulqini membolehkan)
  4. Imam Hanbali: tidak boleh dengan uang tunai.

Jika dirasa bermanfaat, silakan share rincian anturan zakat fitrah sesuai uraian madhzab ahlus sunnah wal jamaah di atas, Jazakumullah bagi yang mau menyebarkannya. Terimakasih. (pds)

sumber  dutaislam.com, NU Online