== [ Close Klik 2x ] ==
Selamat Datang

DOKTER WANITA TERMUDA DUNIA INI, Ternyata Pengungsi Palestina

Eqbal As'ad, Dokter Termuda Dunia asal Palestina
Iqbal Mahmoud Al Assad, Dokter Termuda Dunia asal Palestina

Panggilan dari Surau – Siapa dokter paling muda di dunia? Guinness World of Records punya jawabannya. Guiness mencatat nama jika gelar itu dipegang seorang Muslimah cerdas asal Palestina bernama Iqbal Mahmoud Al Assad.

Perempuan yang dibesarkan di kamp pengungsian Palestina Lembah Bekaa, Lebanon ini memang dikaruniai otak  cemerlang. Iqbal berhasil menjadi dokter di usia 20 tahun, setelah berkuliah di universitas bergengsi di Qatar, Weill Cornell Medical College (WCMC-Q), dengan beasiswa penuh.

Warga Palestina pun bangga dibuatnya. Bahkan PM Palestina Ismail Haniyah menganugerahkan penghargaan medali Al-Quds.  Seperti dilansir situs infopalestina.com, Biro PM menyatakan, Haniyah menelepon As’ad (20 tahun) dan menyampaikan selamat atas prestasi yang diraihnya, dan menganugerahkan penghargaan Medali Al-Quds kepadanya.

As’ad masuk kategori Guinness Book dua kali, yaitu tercatat sebagai mahasiswi termuda dan lulus sebagai dokter termuda di dunia.

Dalam sebuah wawancara, Iqbal mengatakan sudah terbiasa menjadi yang termuda di sekolah. Memang, perempuan yang dibesarkan orangtuanya di kamp pengungsian warga Palestina di Lebanon ini sudah memiliki prestasi akademis cemerlang sejak sekolah dasar. Misalnya, Iqbal yang terlahir pada 2 Februari 1993 ini mampu menguasai materi pelajaran untuk satu tahun hanya dalam tiga bulan saja, sehingga ia kerap lompat kelas dan akhirnya lulus SMA pada usia 12 tahun demikian laporan myhijab.info, seperti dilansir World Bulletin.

Karena prestasinya tersebut, Menteri Pendidikan Lebanon, Khaled Abany, menganugerahinya gelar siswa termuda yang menyelesaikan SMA.

“Saat itu saya mengatakan kepada dia mengenai mimpi saya menjadi dokter. Dia kemudian berjanji untuk mencarikan beasiswa bagi saya. Keesokan harinya, dia menghubungi Sheikha Mozah Ketua Yayasan Qatar untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Pembangunan Masyarakat,” ujar Iqbal berkisah.

Pemerintahan Qatar dan Lebanon akhirnya bekerja sama dan memberi beasiswa untuk Iqbal. Lalu, Cornell University juga menawarkan beasiswa penuh untuk Iqbal di cabang kampus mereka di Qatar tanpa harus melewati ujian masuk.

Iqbal, saat wisuda dokter di Weill Cornell Medical College, Qatar
Iqbal, saat wisuda dokter di Weill Cornell Medical College, Qatar

Haaren.wordpress.com menyebut dalam artikelnya bahwa Iqbal kecil adalah seorang anak jenius. ”Seorang gadis yang tamat SD pada usia 7 tahun,” tulis Haaren seperti dikutip Mi’raj News Agency.

Setiap tiga bulan, secara menakjubkan dia menelan program satu tahun seluruh sekolah. Membuat kelasnya melompat, tapi semuanya baik. “Dia membaca, belajar, berlomba untuk mendapatkan nilai terbaik,” tulis Haaren. ”Dalam tiga bulan, dia mampu melampaui siswa kelas barunya.”

Baca Juga :   Jangan Main-Main dengan Lelaki ini, Karena Doanya Selalu Mustajab

Begitu banyak sehingga pada usia 12 tahun, ia memperoleh Baccalaureate-nya. Dia magang untuk menjadi dokter termuda di dunia di usia 17 tahun. “Ini benar-benar cincin cerita dongeng yang nyata,” kata bloger Haaren.

Setelah ini Asa’d akan pergi ke Cleveland, Ohio, Amerika Serikat untuk melanjutkan pendidikan, meraih cita-citanya menjadi dokter spesialis anak.

Iqbal Assad bercita-cita ingin membuka kantor di desanya Lembah Bekaa, Lebanon. Orang-orang Palestina tidak punya hak untuk melakukan profesi pengacara dan dokter di Lebanon.

Iqbal saat praktek di kampusnya
Iqbal saat praktek di kampusnya

MENGABDI DI KAMP PENGUNGSI PALESTINA

Ditanya alasan memilih karier sebagai seorang dokter, Iqbal mengatakan dia terenyuh melihat penderitaan warga Palestina yang hidup di kamp-kamp di Lebanon.

“Keluarga dan saya berkunjung ke kamp tersebut. Kami melihat betapa buruknya kondisi di sana. Saya melihat begitu banyak orang tua yang tahu kondisi anaknya menderita, namun tidak bisa berbuat apa pun, karena tidak memiliki uang,” kata Iqbal.

Dari situlah, dia memiliki tanggung jawab untuk belajar ilmu kedokteran dan membantu warga Palestina di sana.

Mendapat penghargaan Medali Al-Quds dari pemerintah Palestina
Mendapat penghargaan Medali Al-Quds dari pemerintah Palestina

Menjejakkan kaki kali pertama di Qatar, Iqbal mengaku mengalami banyak tekanan . Sebab, dia tidak ingin mengecewakan pihak yang telah memberinya beasiswa.

“Sehingga, saya ingin membuktikan terhadap diri saya sendiri bahwa saya tidak akan menyia-nyiakan kepercayaan yang telah mereka berikan,” kata dia. Dia pun lulus dengan gelar terhormat.

Ditanya orang yang paling berperan dalam kesuksesan hidupnya, Iqbal menyebut sosok sang ayah. Kendati anak termuda di keluarga dan perempuan, namun ayahnya selalu mengedepankan pendidikan.

“Dia selalu mengatakan walaupun anak laki-laki pada akhirnya akan bekerja, tetapi senjata anak perempuan di masa depan adalah pendidikan. Kami tumbuh dengan prinsip tersebut,” ujar dia.

Paska lulus dari WCMC-Q, Iqbal akan melanjutkan pendidikan sebagai dokter anak di RS Anak di Cleveland, Ohio.

Kemudian, dia berjanji akan segera kembali ke Qatar dan Lebanon untuk bekerja.

“Saya harus kembali ke Qatar karena mereka telah membiayai saya selama enam tahun terakhir. Sementara saya juga ingin kembali ke Lebanon untuk membantu kaum Palestina yang menginspirasi saya menjadi dokter,” ujar dia berharap.  (pds)

 

dihimpun dari berbagai sumber: viva.co.id, republika.co.id, mirajnews.com
voa-islam.com, eramuslim.com

.