== [ Close Klik 2x ] ==
Selamat Datang

HABIB RIZIEQ MILIKI KAROMAH, Arifin Ilham: Tidak Tumbang Ditembaki Gas Air Mata

Habib Rizieq Syihab saat orasi di mobil komando. foto ahadtimes.com
Habib Rizieq Syihab saat orasi di mobil komando. foto ahadtimes.com


PANGGILAN dari SURAU
– Banyak yang bertanya-tanya bagaimana kondisi Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab ketika Aksi Bela Islam 4 November lalu yang berakhir dengan sedikit kericuhan.

Sewaktu chaos di depan istana terjadi banyak berseliweran informasi tentang kondisi para ulama, habaib dan pimpinan aksi lainnya yang diboyong masuk rumah sakit. Namun informasi soal bagaimana Habib Rizieq tidak banyak diketahui.

Pimpinan Majelis dzikir Az-Zikra, KH. Muhammad Arifin Ilham memberikan kesaksian langsung tentang kondisi Imam besar FPI itu saat aparat menembaki peserta aksi dan para Ulama.

Mengutip Suaramasjid.com, dalam sebuah pengajian bulanan setiap Sabtu pekan pertama yang diselenggarakan Masjid An-Nuur di Kalimalang Jakarta Timur, Sabtu (5/11/2016),  menurut Arifin Ilham, Allah menunjukkan karomahnya lewat Habib Rizieq. Salah satu karomah Habib Rizieq adalah, hanya beliau dan orang-orang yang ada di sekitar beliau yang tidak terkena efek gas air mata meski Habib tidak mengoleskan odol di wajahnya.

Padahal seperti kita tahu beliau berada di paling depan. Maklum, Habib Rizieq berada di barisan depan mengkomando peserta aksi untuk tidak anarkis.

Tembakan gas air mata oleh polisi mengarah ke atas lalu jatuh di kerumunan massa, bahkan tembakan gas air mata juga mengarah ke para ulama dan habaib yang berada di mobil komando, bahkan juga menyasar ke pasukan pengamanan yang ada di depan.

Saat itulah, gas air mata benar-benar mengacaukan massa. Namun Habib Rizieq bergeming, tetap ditempatnya, padahal dia tidak mengenakan pasta gigi di seputar wajahnya, cara sederhana melindungi diri dari perihnya gas air mata.

“Beliau tidak kena efek gas air mata meski Habib tidak pakai odol, beliau kuat fisiknya,” tutur Kiai bersuara serak-serak basah ini.

Arifin Ilham menyatakan bahwa dengan fakta seperti ini, dirinya heran masih ada saja yang sibuk menghina Habib Rizieq baik dari kubu liberal maupun kubu Wahabi garis keras.

Baca Juga :   Inilah 4 LELAKI YG AKAN DITARIK WANITA KE NERAKA

“Apa ga takut hidupnya disulitkan Allah, karena siapa yang memerangi wali Allah maka Allah akan perangi,” tegas Arifin.

Pimpinan Majelis Zikir Az-Zikra ini juga memberi nasehat kepada seluruh umat Islam, jika marah, marahlah karena Allah bukan karena nafsu.

“Saya ingin sekali pegang dada Ahok, saya berdoa biar ada hidayah buat dia. Inilah marahnya ulama, bukan sekedar teriak-teriak ingin bunuh, kalau marah seperti ini marah karena nafsu,” tandas beliau.

Dalam catatan redaksi, Habib Rizieq selalu tampil sehat dan kuat, dari pagi hingga ke pagi esok harinya Sabtu . Mulai pagi Jumat,  dia sudah memimpin massa yang berdatangan dari segala penjuru hingga masuk kawasan Mesjid Istiqlal. Usai Jumatan, langsung memimpin ratusan ribu massa aksi bela Islam. Hingga terjadi chaos, ba’da isya dan tengah malam, Habib tetap tegar berdiri meski diserbu gas air mata. Bahkan dari tengah malam Sabtu hingga subuh, Habib mendampingi massa berunding dengan pimpinan parlemen di Gedung DPR/MPR RI. Siang harinya Habib menggelar jumpa pers tanpa terlihat ada kelelahan di wajahnya.

Buatan Perancis

Perlu diketahui, gas air mata yang ditembakkan aparat adalah buatan Prancis berdaya sangat tinggi, Sebagai ilustrasi seorang jurnalis Muslim dalam statuys Fb nya menulis,

Dada masih sakit, sewaktu-waktu nyeri. Gas Air Mata kemarin memang tidak seperti biasa. Dulu pernah kena Tear Gas cukup pakai odol dan kain dibasahi sudah bisa dinetralisir. Sekarang tidak mempan. Diperkuat testimoni tmn2 lain yg pengalaman pada situasi chaos.

Wajar banyak yang menduga bahwa orang tua seperti almarhum Syahri bisa meninggal karena gas air mata.

Wong, kita-kita yang muda saja banyak yang pingsan. Saya juga hampir pingsan, mulai black out, muntah-muntah. Alhamdulillah segera dapat air diminum bisa menahan tidak sampai collaps. (pds)

berbagai sumber
islampos.com, voa-islam.com, arrahmah.com