== [ Close Klik 2x ] ==
Selamat Datang

Hanya Karena Melihat Menuliskan “Allah” di Pesawat, Bule ini Takut Duduk di Samping Muslimah

Islamophobia kian parah melanda Eropa, hanya karena melihat seorang muslimah menuliskan kata “Allah” di pesawat, bule perempuan ini enggan duduk di sampingnya.

 

Beverley & Jiva Akbor. Foto metro.co.uk/facebook jiva akbor
Beverley & Jiva Akbor. Foto metro.co.uk/facebook jiva akbor

 

PANGGILAN dari SURAU – Seorang Muslimah Inggris menggambarkan bagaimana ia berteman dengan seorang wanita non muslim yang takut duduk di sebelahnya di pesawat setelah ia menulis kata “Allah”.

Jiva Akbor, Muslimah dari Greater Manchester ini menceritakan pengalamannya tersebut secara detail di Facebook.
Ceritanya menarik perhatian kalangan pengguna sosial media. Tak hanya berkomentar, 9.000 orang membagikan pengalamannya.

Akbor mengungkapkan, seorang ibu dan anaknya berusia 11 tahun duduk di sebelah ia saat penerbangan dari Glasgow ke Malaga, Spanyol. Kemudian ibu itu meninggalkan kursinya sebelum balik dengan keadaan gemetar bersama dua pramugari.

“Ia berdiri di sana dengan muka ketakutan di wajahnya. Saya bingung. Saya berpikir mungkin ia mengalami masalah kesehatan atau sesuatu lainnya,” tulis Akbor.

“Aku melihat wajahnya dan dia benar-benar panik, sangat frustasi, dan tidak segera menduduki kursinya,” kata Jiva, dikutip Dream dari laman Metro.co.uk, Kamis 21 Juli 2016.

Di negara-negara Barat memang masih berkembang Islamophobia, pandangan yang mencurigai Islam. Cara pandang seperti ini muncul karena informasi salah yang tersebar melalui berbagai media.

Sehingga, dalam sejumlah kasus, banyak orang cenderung mencurigai umat Muslim, khususnya di negara-negara Barat. Seperti yang dialami oleh Jiva Akbor ini.

“Kemudian aku mendengar pramugari berkata, ‘Anda bisa segera duduk nyonya’,” kata Jiva menirukan pramugari yang mempersilakan perempuan itu.

Namun, perempuan itu masih saja terpaku. Tak segera duduk di kursinya yang tepat di sebelah Jiva. “Aku bingung. Beberapa saat aku berpikir dia punya masalah kesehatan atau sesuatu yang membuatnya panik,” ujar Jiva.

Lantas, perempuan itu buka suara. Apa kata dia?

Tulisan Allah

“Saat itu dia melihatku dan berkata, ‘Aku melihatmu menulis pesan dan kamu menulis Allah di sana,” kata Jiva menirukan wanita itu.

Akbor tertegun. “Jantung saya berhenti,” katanya.

Akbor mengatakan, berbagai insiden yang dialami penumpang Muslim yang diminta keluar dari pesawat menggelayut di pikirannya.  Ia khawatir akan diusir dari penerbangan.

Baca Juga :   Kelak, Allah Mengadili Para Nabiyullah di Hari Akhirat

Namun ia memuji ketenangan pramugari. Salah satunya mengatakan kepada wanita yang takut tersebut, “Anda bebas untuk pergi dari penerbangan jika Anda mau.”

Tapi wanita itu memilih tidak meninggalkan pesawat. Dia memilih duduk di samping Jiva meski masih terlihat bingung. Jiva menjelaskan kepada wanita itu bahwa pesan tersebut dikirim untuk menenangkan temannya yang sedang dirampok.

Gadis Muslim itu lantas menjelaskan, Allah berarti Tuhan dalam bahasa Arab. Akbor belakangan mengetahui jika sang ibu merupakan pengikut katolik Roma. Akbor menjelaskan, ia hanya seorang wanita Muslim yang sedang bepergian.
“Setelah berbicara sekitar 15 menit saya melihat ia sudah tenang,” katanya.

Tak lama kemudian, Jiva mendengar penyesalan dari perempuan itu. Menyesal karena telah memandang negatif kaum Muslim. “Betapa menakutkannya media bisa membuat kami berpikir seperti ini,” kata Jiva, menirukan wanita itu.

Keduanya kemudian berdiskusi banyak banyak hal tentang keyakinan dan keluarga hingga bicara soal Brexit serta Pokemon Go.  Ibu tersebut lantas meminta maaf atas apa yang dilakukannya.

Akhir Bahagia

Jiva dan wanita itu kemudian duduk bersebelahan dalam penerbangan selama tiga jam. “Hari ini aku mendapat penerbangan paling menyenangkan dan berkesan dalam hidupku,” tutur Jiva.

“Aku membuat teman yang dipanggil Beverley yang membuat sebuah kesalahan dan menyadarinya,” tambah dia.

Jiva juga sadar bahwa pandangan seperti itu dimunculkan oleh kekuatan tertentu. “Tapi jika kita diberkati Allah bisa dengan mudah mengubahnya dalam perjalanan hidup yang indah,” kata Jiva.

Bahkan, Baverley kemudian mengirimkan pesan kepada Jiva dan mengatakan bahwa dia sangat senang telah bertemu dalam perjalanan tersebut.

“Sangat luar biasa bisa bertemu kamu hari ini. Kamu benar-benar inspiratif dan orang yang baik,” tulis Beverley. Beverley bahkan menghadiahi Jiva sebotol parfum, saling tukar nomor ponsel dan whatsapp sebelum keduanya rame-rame berwefie-ria.

Islam itu memang indah dan damai.  (pds)

 

sumber
metro.co.uk via dream.co.id
independent via republika.co.id

link http://metro.co.uk/2016/07/20/woman-got-scared-by-muslim-plane-passenger-but-it-didnt-end-up-how-youd-think-6019081/