== [ Close Klik 2x ] ==
Selamat Datang

Ilhami Teror Bom Ramadhan, Dr Zakir Naik Skakmat Penuduhnya

Dr Zakir Naik dituduh mengilhami terjadinya teror bom di Bangladesh, awal Ramadhan lalu. Kristolog asal India ini pun memberikan jawaban yang membuat penuduhnya bungkam.

Dr Zakir Naik.
Dr Zakir Naik

PANGGILAN dari SURAU – Pendakwah Islam terkenal asal India Dr Zakir Naik kembali mencuri perhatian baru-baru ini. Media Bangladesh menuding ceramahnya telah menginspirasi penyerangan kafe yang menewaskan 12 orang pada awal Ramadhan.

Surat kabar Bangladesh, The  Daily Star menyebut salah satu penyerang membagikan video Zakir Naik di Facebook. Meskipun media itu mengklarifikasi tidak bermaksud mengaitkan Zakir Naik dengan serangan itu.

Atas tuduhan itu, Dr Zakir Naik pun merilis jawabannya melalui video ke NDTV. Dr Zakir Naik mengatakan, sangat wajar bila salah satu pria bersenjata mengenalnya sejak ia menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia melalui dakwahnya.

“Ada jutaan penggemar saya di seluruh dunia. Lebih dari 50 persen warga Bangladesh adalah penggemar saya. Namun mengatakan bahwa saya menginspirasi pria bersenjata itu untuk membunuh manusia yang tidak bersalah adalah iblis,” kata Dr Zakir Naik.

Naik mengaku, pelaku penyerangan Roham Imtiaz merupakan salah satu dari jutaan fannya di laman Facebook. Namun dia terkejut dengan tudingan media kepadanya.

“Mayoritas klip saya yang disampaikan di televisi hanya setengah-setengah,” ujarnya.

Meme Pembelaan

Meme Pembelaan terhadap Zakir Naik.
Meme Pembelaan terhadap Zakir Naik.

Para penggemar Zakir Naik pun bereaksi, mereka mengedarkan pembelaan atas tuduhan itu dengan membuat meme cerdas.  Kata mereka,  menyalahkan Dr Zakir Naik atas teror bom Dhaka sama seperti menyalahkan Albert Einstein (ilmuwan AS penemu rumus reaksi atom) atas serangan bom atom yang menghancurkan Nagasaki dan Hiroshima.

 

BLAMING DR ZAKIR NAIK FOR DHAKA TERROR ATTACK
is like Einstein for The Atomic Bombing of Hiroshima and Nagasaki by using his E = MC2 equation to build an atomic bomb.”

 

Menyalahkan Dr Zakir Naik atas serangan teror Dhaka seperti menyalahkan Einstein atas serangan bom atom Hiroshima dan Nagasaki karena menggunakan rumusnya E=MC2 untuk membuat bom atom.”

 

Di dalam negeri India, Naik juga menjadi sorotan. Ada yang menolak dan mendukungnya.  Jurnalis Saba Naqvi pekan lalu menulis di Times of Indian, Naik mempromosikan intrepetasi Islam yang melecehkan kepercayaan lain.

Baca Juga :   PELAKU SEMPAT TERIAK TAKBIR "ALLAHU AKBAR", Sebelum Terjun Bebas dari Atap Masjidil Haram

Kepala Zakir Naik Dihargai Rp 9 M

Sementara itu, Pemimpin pro-Hindutva India Sadhvi Prachi, Rabu, mengumumkan penghargaan sebesar Rs 50 Lakh atau 50 juta rupee (Rp 9,7 miliar) bagi siapa yang bisa mengeksekusi pendakwah Islam Zakir Naik. Prachi mengumumkan hal tersebut ketika berbicara di Roorke, Uttarakhand.

“Saya telah mengumumkan penghargaan karena Zakir Naik bukan pemimpin agama, tetapi teroris,” ujar Prachi kepada The Indian Express.

Namun, mantan pemimpin Vishwa Hindu Parishad ini menegaskan pernyataan itu merupakan sikap pribadinya, bukan kelompok. Setelah ia mengeluarkan pengumuman, Prachi mengaku mendapatkan ancaman dari orang tak dikenal. “Orang itu menyebut Shahid dan mengancam akan menculik saya,” kata Prachi.

Sehari sebelumnya, kelompok Syiah yang mengaku bernama Hussaini Tigers juga menawarkan 15 lakh bagi kepala Naik. “Ia (Naik) adalah ‘Khalnayak’. Ia telah melecehkan Nabi dan siapa pun yang membunuhnya akan mendapatkan penghargaan tak hanya dalam kehidupan, tapi juga dari kami,” ujar Syed Kalbe Hussain Naqvi, dalam laman Facebook-nya.

Theresa May, Perdana Menteri Inggris yang baru terpilih,  memiliki cerita tersendiri dengan pendakwah Zakir Naik. Pada 2010, ketika ia mulai menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri, May melarang Zakir Naik masuk ke Inggris.

Alasannya, Naik dianggap membuat komentar yang mencerminkan sikap ia tak dapat diterima. Sikap itu termasuk mempublikasikan materi mengandung unsur provokasi tindakan teroris.

“Saya telah mengecualikan Naik,” ujarnya kepada Telegraph saat itu. “Saya tidak akan mengizinkan mereka yang tak kondusif buat publik masuk ke Inggris,” ujarnya.

Kementerian Dalam Negeri mengutip pernyataan Naik yang kontroversial. “Ketika perampok melihat polisi ia takut. Sehingga buat perampok, polisi adalah teroris. Sehingga dalam konteks ini, setiap Muslim harus menjadi teroris bagi perampok,” ujar Naik seperti dikutip pemerintah Inggris.  (pds)

 

Sumber : worldbulletin via republika.co.id
& tarbiyah.net