== [ Close Klik 2x ] ==
Selamat Datang

Jangan Kaget, INILAH ASAL MUASAL KEBERADAAN BUAYA DI LAUTAN

Ilustrasi. foto pixabay.com

 

PANGGILAN dari SURAU – Diceritakan dari Abi Umamah Al-Bahili bahwasannya Nabi Muhammad SAW pernah bersabda ketika seseorang mukmin menderita sakit, maka Allah SWT memerintahkan empat malaikat kepadanya. Masing-masing dari mereka mendapat tugas sendiri-sendiri.

Kemudian Allah memerintahkan kepada salah satu dari mereka untuk mengambil kekuatan yang ada di badannya, hingga dia menjadi lemas tak berdaya. Malaikat yang kedua mendapat tugas untuk mengambil kenikmatan yang ada di mulutnya, hingga dia tidak merasakan nikmatnya makan dan minum.

Malaikat yang ketiga mendapat tugas untuk mengambil cahaya wajahnya, hingga wajahnya menjadi kuning dan pucat. Allah juga memerintahkan malaikat yang ke empat untuk mengambil semua dosa yang telah ia kerjakan, hingga dia bersih dari dosa lantaran sakit.

Ketika Allah menghendaki dia sembuh dari penyakitnya, Maka Allah memerintahkan kepada malaikat yang telah mengambil kekuatan dari badannya, malaikat yang mengambil kenikmatan makan dan minumnya serta malaikat yang mengambil cahaya dari wajahnya untuk mengembalikan lagi, hingga dia sehat seperti semula.

Akan tetapi, Allah tidak memerintahkan malaikat yang telah mengambil dosa-dosanya untuk dikembalikan lagi padanya, lalu malaikat tadi bersujud di hadapan Allah seraya berkata,”Wahai tuhanku, kenapa Engkau tidak memerintahku untuk mengembalikan dosa orang sakit itu?“.

Mendengar pengaduan malaikat, Allah berfirman,”Karena sifat keagunganku, aku tidak memerintahkanmu untuk mengembalikan dosa-dosa orang tersebut setelah dia menderita merasakan sakit yang ia timpa.”

Malaikat bertanya lagi,” Wahai tuhanku, lalu apa yang harus saya lakukan dengan dosa-dosa ini.

Baca Juga :   Ternyata Api yang Kita Pakai Hanyalah ASAP SATU BIJI JAGUNG API NERAKA

Pergilah kamu ke samudra, dan buanglah dosa-dosa orang tersebut di sana,” jawab Allah.

Kemudian malaikat itupun pergi ke samudra, membuang semua dosa yang telah ia ambil dari orang yang sakit tersebut. Lalu dosa-dosa itu oleh Allah dijadikan seekor buaya yang ada di samudra.

Bila dalam sakitnya dia meninggal, berarti dia keluar dari alam dunia dalam keadaan bersih dari segala dosa. Sebagaimana Nabi Muhammad bersabda, “Sakit panas satu hari satu malam merupakan tebusan dosa (kecil) yang telah dilakukan selama setahun.” (pds)

Disarikan dari
Kitab al-Mawâidz al-Ushfûriyah hal: 16 cetakan al-Haramain

sumber LAZ Sidogiri