Jumat , 21 September 2018
Cara Merawat Rambut Agar Cepat Panjang, Tidak Rontok dan Bercabang Rambut yang sehat adalah simbol bagi kecantikan kaum wanita. Dari rambut yang terlihat terawat dan sehat, akan membuat aura Anda terpancar dan penampilan pun akan semakin menarik. Namun ada banyak masalah rambut yang harus dihadapi wanita akibat proses perawatan rambut secara kimiawi, seperti misalnya keluhan rambut bercabang, berketombe, kering, dan rambut yang rontok. Untuk mendapatkan rambut yang indah, ada banyak cara merawat rambut yang dapat Anda lakukan, baik lewat perawatan khusus di salon kecantikan, ataupun dilakukan sendiri dengan bahan-bahan alami yang terjamin keamanan dan kebersihannya. Cara Merawat Rambut Agar Tidak Rontok Tentunya sebagai wanita sering muncul beberapa masalah akan kerontokan rambut. Nah, cara merawat rambut seperti ini bisa dengan cara alami agar lebih aman dan sehat untuk rambut Anda. Gunakan manfaat lendir aloevera atau lidah buaya untuk memijat bagian kulit kepala. Biarkan meresap kira-kira 15 menit, lalu bilaslah dengan air bersih. Kandungan vitamin alami yang dimiliki lidah buaya dipercaya memulihkan kekuatan akar dan batang rambut sehingga menghindarkan Anda dari kerontokan. Selain menggunakan lidah buaya, Anda juga dapat menggunakan aneka minyak alami seperti misalnya minyak zaitun dan minyak kelapa yang dipanaskan. Pijatlah bagian kulit kepala dengan minyak alami ini, tutup dengan handuk atau shower cap, lalu biarkan selama kurang lebih satu jam. Proses pemanasan minyak berguna untuk mengaktifkan kandungan vitaminnya sehingga akan lebih efektif menjaga kekuatan rambut Anda. cara merawat rambut alami cara merawat rambut pria cara merawat rambut agar lurus cara merawat rambut kering dan mengembang cara merawat rambut agar sehat dan cepat panjang Cara merawat rambut rusak cara merawat rambut rontok cara merawat rambut rusak agar kembali sehat

KETIKA AL’QURAN DINISTA, Masya Allah, Imam Hambali Menghadapinya Dengan Cara Begini

Alquran. foto tumblr/inline
Alquran. foto tumblr/inline


PANGGILAN dai SURAU
– Dalam sejarah kita mengenal Tragedi Mihnah atau pemaksaan paham Al Quran sebagai makhluk oleh penguasa mu’tazilah kepada ulama-ulama Ahlussunnah wal jama’ah (Aswaja). Para ulama pembela sunnah waktu itu diintimidasi supaya mengakui bahwa Al Quran itu sebagai makhluk sebagaimana keyakinan mu’tazilah.

Ulama-ulama yang tidak mau mengakui dipenjara, disiksa, bahkan dibunuh. Banyak ulama menjadi korban Khalifah Al-Mu’tashim billah. Salah satu ulama yang disiksa adalah imam besar ahlussunnah wal jama’ah, Imam Ahmad bin Hanbal. Meski didera dengan siksaan yang pedih, Beliau menolak untuk mengakui kemakhlukan Al Quran. Ia teguh dengan pendiriannya bahwa Al Quran adalah kalamullah yang qodim dan bukan makhluk.

Begitu hebatnya siksaan terhadap Imam Ahmad (dikenal pula sebagai Imam Hambali), sampai-sampai sang guru, Imam Syafi’i menangis hingga air matanya deras membasahi jubahnya. Lalu jubah itu dikirimkan kepada imam Ahmad. Jubah yang basah itu diperas oleh Imam Ahmad dan perasan jubah itu menjadi minyak wangi. Inilah salah satu karamah Imam Syafi’i.

Baca Juga :   Bantah Klaim Habib Rizieq, Pria ini Hitung Secara Detail Jumlah Massa 212

Saat itu seluruh rakyat berada di belakang Imam Ahmad. Dan meminta Imam Ahmad untuk memimpin mereka menggulingkan kekuasaan al-Mu’tashim Billah. Semua rakyat bersatu padu dan siap mati membela kemuliaan Imam Ahmad. Kapan pun mereka siap diperintah oleh Imam Ahmad.

Namun apa jawaban Imam Ahmad?

Imam Ahmad menolak permintaan rakyat yang sudah siap mati membela Imam Ahmad. Imam Ahmad bahkan menasehati pendukungnya supaya bersabar atas ujian ini. Imam Ahmad beralasan bahwa revolusi tidak akan memberikan kemaslahatan untuk umat, malah akan membawa umat jatuh pada jurang fitnah, pertikaian dan pertumpahan darah. Kerugian hanya akan kembali kepada umat.

Inilah tauladan dari Salafussholih Ahlussunnah wal jama’ah, bahwa Ajaran Aswaja senantiasa menghendaki perdamaian dan kemaslahatan untuk umat.  (pds)

sumber Pustaka M2HM Ensiklopedia Islam Aswaja
via fiqh menjawab