== [ Close Klik 2x ] ==
Selamat Datang

Ketika Seorang Bocah Minta Izin Nabi SAW Berjihad

Foto Ilustrasi
Foto Ilustrasi

PANGGILAN DARI SURAU – Ketika terjadi perang Uhud, Abu Said al Khudri RA baru berusia 13 tahun, tetapi ia telah diajak ayahnya untuk ikut bergabung dengan pasukan yang siap berangkat membela panji-panji keimanan. Sayangnya keberadaannya diketahui Rasululllah SAW. Beliau melarangnya mengikuti pertempuran ini. Walaupun ayahnya berdalih bahwa anaknya ini kuat dan mempunyai semangat tinggi untuk berjihad, beliau tetap saja menolak.

Ternyata ayahnya menemui syahid di medan perang Uhud ini, dan ia tidak meninggalkan harta apapun untuk anaknya yang masih kecil. Karena itu Abu Said berniat meminta bantuan keuangan kepada Nabi SAW untuk menunjang kehidupannya.

Tetapi ketika ia sampai di majelis Rasulullah SAW, ia mendengar beliau bersabda, “Barang siapa yang meminta kesabaran, maka ia akan memperoleh kesabaran. Barang siapa yang meminta kesucian, maka ia akan memperoleh kesucian. Dan barang siapa yang menginginkan kekayaan, maka Allah akan memberikan kekayaan kepadanya.”

Walaupun ia belum menyampaikan maksudnya kepada Nabi SAW, ia merasa sabda beliau itu ditujukan kepadanya, dan ia memutuskan untuk membatalkan keinginannya meminta bantuan keuangan. Ia kembali pulang dengan diam-diam. Sepertinya beliau secara tidak langsung memberikan pilihan kepada dirinya untuk memilih duniawiah, seperti keinginannya semula, atau pilihan akhirat, di mana ia harus bersabar dan menyucikan jiwanya.

Dan Abu Said sepertinya lebih condong untuk memilih kehidupan akhirat seperti dicontohkan Nabi SAW dan umumnya para sahabat lainnya.

Abu Said Al-Khudri adalah orang ketujuh yang banyak meriwayatkan hadis dari Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. Beliau meriwayatkan 1.170 hadis. Orang-orang pernah memintanya agar mengizinkan mereka menulis hadis-hadis yang mereka dengar darinya. Ia menjawab, “Jangan sekali kali kalian menulisnya dan jangan kalian menjadikan sebagai bacaan, tetapi hapalkan sebagaimana aku menghapalnya.”

Abu Said lebih dikenal dengan nama aslinya adalah Saad bin Malik bin Sinan. Ayahnya Malik bin Sinan syahid dalam peperangan Uhud. Ia seorang Khudri nasabnya bersambung dengan Khudrah bin Auf al-Harits bin al-Khazraj yang terkenal dengan julukan “Abjar”.

Baca Juga :   Siasat Cerdik Sultan ini, Mampu Menangkap Pencuri Jenazah Rasulullah

Abu Said al-Khudri adalah salah seorang di antara para sahabat yang melakukan baiat kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. Mereka berikrar tidak akan tergoyahkan oleh cercaan orang dalam memperjuangkan agama Allah Subhanahu wa taala. Mereka tergabung dalam kelompok Abu Dzarr al-Ghifari, Sahl bin Saad, Ubaidah bin ash Shamit dan Muhammad bin Muslimah.

Abu Said al-Khudri berperang bersama Rasulullah SAW dalam perang Bani Musthaliq, perang Khandaq dan perang perang sesudahnya. Secara keseluruhan ia mengikuti 12 kali peperangan.

Riwayatnya dari para sahabat lain banyak sekali namun sumber yang paling terkenal adalah bapaknya sendiri Malik bin Sinan, saudaranya seibu Qatadah bin an-Numan, Abu Bakan, Umar, Utsman, Ali, Abu Musa al-Asyari, Zaid bin Tsabit dan Abdullah bin Salam.

Sedangkan orang-orang yang meriwayatkan hadis darinya adalah anaknya sendiri Abdurahman, istrinya Zainab bin Kaab bin Ajrad, Abdullah bin Umar, Abdullah bin Abbas, Abu Thufail, Nafi dan Ikramah.

Abu Said membawa putranya Abdurahman ke tanah pemakaman Baqi, dan berpesan agar ia nanti dimakamkan di bagian jauh dari tempat itu. Katanya: “Wahai anakku, apabila aku meninggal dunia kelak, kuburkanlah aku di sana. Jangan engkau buat tenda, jangan engkau mengiringi jenazahku dengan membawa api, jangan engkau tangisi aku dengan meratap-ratap, dan jangan memberitahukan seorang pun tentang diriku.

Beliau wafat pada tahun 74 H. (pds)

 

sumber mozaik inilah.com