== [ Close Klik 2x ] ==
Selamat Datang

Kisah Penghuni Kubur yang Bersedih dan Bergembira Setiap Malam Jumat. Apa yang Mereka Lakukan?

ilustrasi. foto tribune.com.pk

 

PANGGILAN dari SURAU – Diceritakan bahwasannya Tsabit al-Bunani mempunyai kebiasaan ziarah kubur pada malam jumat. Dia bermunajat kepada Allah SWT sampai subuh.

Di tengah-tengah munajatnya dia tertidur dan bermimpi bahwasannya penghuni kubur semuanya keluar dari kuburan mereka dengan menggunakan baju yang bagus dan wajah yang bersinar-sinar.

Lalu datanglah kepada mereka sebuah hidangan dengan beraneka ragam macam makanan. Akan tetapi di antara mereka ada seorang pemuda pucat wajahnya, sedih hatinya, lapuk bajunya,tertunduk kepalanya dan mengalir air matanya, Dia tidak mendapatkan hidangan makanan.

Setelah itu, ahli kubur kembali ke kuburan mereka dalam keadaan bahagia. Sedangkan, pemuda ini pulang dalam keadaan susah dan putus asa. Lalu Tsabit menanyakan keadaannya, “Wahai pemuda, siapa sebenarnya kamu? Mereka mendapatkan suguhan makanan dan pulang dengan bahagia, sedangkan kamu sebaliknya, tidak mendapatkan makanan dan pulang dengan susah” tuturnya.

Pemuda tadi menjawab,“Wahai pemimpin orang islam saya terasing diantara mereka, karena tidak ada orang yang mengirimku doa dan sedekah. Sedangkan mereka memiliki anak, kerabat,dan keluarga yang selalu mengerimkan mereka doa dan sedekah setiap malam jumat yang pahalanya sampai kepada mereka,” jelasnya.

Lebih lanjut, pemuda itu menuturkan kematian dirinya pada saat bepergian haji bersama ibunya. Ketika memasuki kota ini, ia meninggal dunia dan dimakamkan di tempat pemakaman umum ini. Sedangkan ibunya menikah lagi dengan seseorang dan melupakan dirinya.

Jangankan bersedekah, mengirim doa saja tidak pernah.“Sungguh aku bersedih dan putus asa setiap malam jumat” imbuhnya.

 

Baca Juga :   Penasaran Darimana Dana Demo Berasal, HABIB RIZIEQ: DANANYA "UNLIMITED"

Wahai pemuda, beritahu saya tempat tinggal ibumu, maka aku akan memberitahunya tentang keadaanmu,” jelas Tsabit. Lalu pemuda itu menjelaskan tempat tinggal ibunya dan berkata, “Wahai pemimpin orang islam, apabila ibuku tidak mempercayaimu, maka katakanlah bahwasannya di dalam sakunya terdapat uang 100 dirham warisan dari ayahku, semoga dia bisa mempercayaimu,” jelasnya.

Tak lama kemudian, Tsabit bergegas mencari tempat tinggal ibunya, hingga akhirnya menemukannya dan menjelaskan kepadanya tentang kesedihan anaknya di dalam kubur.

Mulanya ibu itu tidak mempercayainya, namun ketika Tsabit menyebut 100 dirham, ibu itu mempercayainya dan langsung pingsan. Setelah sadar ibu itu menyerahkan 100 dirham itu kepada Tsabit dan berkata, “Semoga engkau bersedia menyedekahkan dirham ini untuk anakku yang terasing,” ucapnya.

Lalu Tsabit mengambilnya dan menyedekahkan kepada orang yang membutuhkan. Pada malam berikutnya Tsabit berangkat untuk ziarah kubur. kemudian Tsabit bermimpi didatangi ahli kubur yang sedih itu.

Namun,Tsabit melihat pemuda itu tampak bahagia. Ia mendapatkan suguhan makanan lezat. Ia pun berterima kasih kepada Tsabit karena berkat sedekah dan doa ibunya, akhirnya ia bisa bahagia di alam kubur. (pds)

Disarikan dari
Kitab al-Mawâidz al-Ushfûriyah, hal: 15 cetakan al-Haramain

sumber LAZ Sidogiri