Malaikat Munkar-Nakir Dibuat Bingung oleh Umar bin Khattab, Saat Interogasi dalam Kubur

Umar bin Khttab dalam ilustrasi film Umar Ibn al Khattab. foto istimewa

 

PANGGILAN dari SURAU – Dari Nabi shollallohu alaihi wasallam beliau bersabda : “Ketika seseorang telah diletakkan di dalam kuburnya, maka malaikat Munkar dan Nakir mendatanginya. Keduanya  adalah malaikat yang keras, kasar, hitam kebiruan warnanya seperti malam  yang gelap gulita, suaranya seperti petir yang menggelegar, matanya seperti  api yang menyala-nyala, gigi-giginya seperti tombak, rambutnya terseret di  atas tanah dan di kedua tangannya terdapat alat pemukul/palu jikalau  jin dan manusia semua berkumpul untuk mengangkatnya maka tidak akan mampu. Kedua malaikat bertanya kepada ahli kubur tentang Rabbnya, tentang Nabinya, dan tentang agamanya.”

Umar bin Khattab berkata : “Apakah keduanya mendatangiku sedangkan aku orang yang teguh ?”

Nabi SAW berkata : “Benar.”

Umar berkata : “Maka aku akan mencukupi kepadamu untuk keduanya wahai Rasulullah.”

Nabi shollallohu alaihi wasallam berkata : “Demi  dzat yang telah mengutusku dengan kebenaran sebagai Nabi, telah  mengkhabarkan kepadaku Malaikat Jibril bahwa kedua malaikat mendatangimu  kemudian engkau berkata : ‘ Allah adalah Rabbku, siapakah Rabb kalian berdua ? Muhammad adalah Nabiku, siapakah Nabi kalian berdua ? dan islam adalah agamaku, apa agama kalian berdua ?

Lalu Malaikat Munkar dan Nakir berkata : “Sangat mengherankan sekali ! Kami tidak tahu apakah kami yang diutus kepadamu ataukah engkau yang diutus kepada kami ?


(Muhammad bin Ali al Muqoddasi
menerbitkan hadits tersebut dalam kitab At Tabshir, Ibnu Hajar al Asqolani meriwayatkannya dalam kitab Al Matholibul Aliyyah, Ibnu Abdil Barr meniwayatkannya dalam kitab At Tamhid. As Suyuti menerbitkannya dalam kitab Syarhus Shudur. Imam Ghozali menerbitkannya dalam kitab Ihya’ Ulumuddin, dan Ibnu Abid Dunya menerbitkanya dalam Kitabul Gubur). (pds)

Baca Juga :   Mencari Berkah Hujan di Ka'bah, KISAH SAYYID ALWI DAN ULAMA WAHABI

Piss-ktb.com

Sumber: http://www.piss-ktb.com/2018/02/5398-kisah-sayyidina-umar-vs-malaikat.html