== [ Close Klik 2x ] ==
Selamat Datang

Masya Allah, Menteri Baru ESDM ini, TERNYATA GURU NGAJI DI AS

Nama Archandra Tahar menyeruak setelah dilantik sebagai Menteri ESDM baru kabinet Jokowi. Masih muda, cerdas, berprestasi, dan seorang pengusaha multinasional. Tak banyak yang tahu kalau dia adalah seorang guru mengaji di AS sana.

 

Archandra Tahar Menteri ESDM baru Kabinet Jokowi. - Foto Ifacademy com
Archandra Tahar, Menteri ESDM baru Kabinet Jokowi. – Foto Ifacademy com

 

PANGGILAN dari SURAU – Isu reshuffle sudah menyeruak sejak beberapa waktu lalu. Namun baru di penghujung Juli ini Presiden Joko Widodo akhirnya mengumumkan perombakan susunan Kabinet Kerja. Beberapa nama yang sudah tak asing lagi di jagat pemerintahan seperti Sri Mulyani dan Wiranto kembali hadir mengisi struktur kementerian.

Namun beberapa nama baru yang tak banyak diketahui publik juga muncul. Dan salah satu yang menarik perhatian adalah sosok Dr Archandra Tahar (45)  yang dipilih untuk menggantikan Sudirman Said sebagai Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).

Nama Archandra Tahar bisa dibilang tak terlalu terkenal bagi publik Indonesia. Ia bahkan belum pernah menduduki jabatan strategis di BUMD atau BUMN manapun di tanah air. Lantas keistimewaan apa yang dimiliki figur yang satu ini hingga Presiden Jokowi memilihnya sebagai Menteri ESDM?

Pemegang Tiga Hak Paten

Pria kelahiran Padang (Sumbar) 10 Oktober 1970 ini adalah ahli perminyakan yang telah memiliki tiga hak paten di bidang pengembangan migas lepas pantai. Di antaranya, teknologi McT (Multi Column TLP) Floating Platform yang kini digunakan oleh Pertamina di L-Parigi, Cimalaya, Karawang.

Sebelumnya ia tak banyak dikenal masyarakat Indonesia lantaran tinggal dan berkiprah di Amerikat Serikat. Archandra merupakan lulusan S1 Teknik Mesin ITB.

Pria kelahiran 10 Oktober 1970 itu dikenal tidak sombong dan sangat low profile. Archandra, menurut sahabatnya, Rammon, tak pernah meremehkan orang lain, meskipun dia merupakan pemilik hak paten untuk teknologi di Amerika.

“Dalam kesehariannya, dia sangat sederhana, cerdas, dan taat beribadah” ujar Rammon kepada Tempo, Rabu 27 Juli 2016.

Guru kimia Archandra di SMAN 2 Padang, Elyanis, menuturkan anak didiknya itu adalah siswa pintar. Ia juga multitalenta dan aktif di organisasi. “Anak genius, selalu juara kelas,” ucapnya saat dihubungi Tempo, Rabu, 27 Juli 2016.

Setelah lulus pada 1994, ia bekerja di Andersen Consulting, salah satu perusahaan konsultan finance di Jakarta.  Dua tahun berikutnya (1996) ia mendapatkan beasiswa dari PT Timah buat melanjutkan kuliahnya ke jenjang S2 di Texas A&M University Ocean Engineering, Amerika Serikat. Dan kemudian meneruskan ke jenjang S3 di universitas yang sama.

“Setelah tamat S-2, sebetulnya dia ingin balik ke Indonesia. Tapi PT Timah sedang susah (BUMN yang memberinya beasiswa). Ia pun akhirnya bertahan di Amerika dan melanjutkan S-3 sambil bekerja,” ujar Rammon, sahabatnya di SMAN 2 Padang, sekaligus kawan sekampusnya di ITB.

Baca Juga :   Tidak Puas dengan Kesepakatan, MASSA HMI BENTROK DENGAN FPI

Di tahun-tahun berikutnya, pria asli Padang (Sumbar) ini melanglang buana di Negeri Paman Sam dan menjadi konsultan di berbagai perusahaan internasional. Terakhir, ia menjadi Presiden Petroneering, sebuah perusahaan konsultan migas yang didirikannya berkedudukan di Houston, texas.

Meski selama ini menetap di Amerika, Archandra kerap berkontribusi menyumbangkan tenaga dan ide untuk tanah air. Ia merupakan sosok di balik keberhasilan Presiden Jokowi menarik kembali Blok Masela agar dikuasai Indonesia, dengan memutuskan eksplorasi harus dilakukan  onshore  bukan  offshore.

Sejumlah jabatan mentereng lainnya pernah diemban pria berusia 45 tahun ini. Ia pernah menjadi Principal Horton Wison Deepwater Inc sejak Oktober 2009 hingga Oktober 2013. Juga pernah bekerja di AGR Deepwater Development System Inc, di  Hydrodynamics Lead Floa TEC LLC dan berbagai perusahaan internasional lainnya.

Berdakwah Sambil Jadi Guru Ngaji

Tak hanya memiliki segudang prestasi dan kontribusi di bidang perminyakan, ternyata doktor yang satu ini juga dikenal sebagai sosok muslim yang taat. Ia aktif dalam dunia dakwah dan pendidikan keagamaan. Bahkan, di tengah aktivitasnya yang padat, Archandra masih secara rutin mengajar ngaji.

Archandra Tahar bersama istri dan dua putrinya. - foto kepolink.com
Archandra Tahar bersama istri dan dua putrinya. – foto kepolink.com

 

Di Amerika Serikat, Archandra aktif berdakwah dan menjadi guru mengaji di Islamic Family Academy (IFA) Houston. IFA Academy Houston adalah organisasi yang digagas oleh komunitas muslim di Amerika Serikat sejak tahun 2006 dimana Archandra menjadi salah stau penggagasya. Lembaga nirlaba ini aktif melayani bimbingan ibadah dan ke-Islam-an, khususnya kepada anak-anak.

Sebagai salah seorang pendiri IFA, secara rutin setiap hari Sabtu, Archandra bersama istrinya turun tangan langsung mengajarkan anak-anak secara sukarela membaca Alquran dan memberi kajian tentang Islam. (pds)

sumber dream.co.id, tempo.co & aktualita.co

 

Biodata Dr Archandra Tahar

Nama Lengkap :  Dr Arcandra Tahar

Pendidikan :
ITB  Teknik Mesin : 1989 -1994
Texas A&M University  Ocean Engineering : 1996 – 1998
Texas A& M Univeristy Ocean Engineering (Doctor of Philosophy) : 1998 – 2001

Riwayat Pekerjaan

Presiden Petroneering : 2013-2016
Principal Horton Wison Deepwater : 2009 – 2013
Principal dan Presiden Asia Pasific AGR Deepwater Development System : 2007-2009
Hydronynamics Lead FloaTec LLC 2006 – 2007
Peneliti Technip Offshore : 2001 – 2006
Asisten Peneliti Offshore Technology Research Center : 1997 – 2001
Technical Advisor Noble Denton : 2000

Skill :
Product Development, Wave Basin Model Testing, Offshore Field Measurement, Deepwater Platform Design and Analysis (Spar, TLP and Semisubmersible), FPSO Analysis, Shallow Water Platform Design and Analysis (Buoyant Tower), Mooring Design and Analysis, Riser Design and Analysis, Naval Architecture, Hydrodynamics, Software Development, Asset Integrity Management, Wave Energy, Offshore Drilling. (sumber aktualita.co)

 

Video Archandra Tahar Mengajar Ngaji

Posted by Yuyud Tomtom on Wednesday, July 27, 2016