Senin , 20 Agustus 2018

Ini Video Detik Detik Penyelamatan Razan Al Najjar, Sebelum Dinyatakan Syahida

Rajjan Al Najjar dalam masa kritis usai ditangani tim dokter usai ditembak tentara Israel.kolase tribunnews.com

PANGGILAN dari SURAU – Di tempat protes di Khuza’a, saksi mengatakan bahwa Razan mendekati pagar pembatas pada hari Jumat (1/6/2018).

Ia mengangkat kedua lengannya untuk menunjukkan kepada tentara Israel yang 100 meter jauhnya bahwa dia tidak menimbulkan ancaman.

Ia hanya seorang paramedis, terlihat dari rompi medis yang dikenakannya.

Razan Najjar dan paramedis lainnya sudah mengangkat tangan dengan mengenakan baju putih untuk menyatakan bahwa mereka paramedis yang harus dilindungi. foto fp save palestine

 

Niat Razan ini hanya untuk mengevakuasi seorang pengunjuk rasa yang terluka berbaring di sisi lain pagar.

Pengunjuk rasa ini berhasil menembus pagar pembatas usai memotong lubang di pagar tersebut.

Namun nahas, ketika Razan maju hendak menyelamatkan korban, ia ditembak di dadanya dengan peluru tajam.

Satu buah peluru berhasil menembus lubang di bagian belakang rompi.

Razan menjadi orang Palestina ke-119 yang dibunuh oleh pasukan Israel sejak protes populer mulai menyerukan agar hak Palestina untuk kembali ke rumah dari mana mereka diusir dari tahun 1948.

Lebih dari 13.000 orang lainnya telah terluka.

Hanya Kami

Rida Najjar, yang juga seorang relawan medis, mengatakan dia berdiri di samping Razan ketika Razan ditembak.

“Ketika kami memasuki pagar untuk mengambil para pengunjuk rasa, Israel menembakkan gas air mata ke arah kami,” kata pria 29 tahun, yang tidak terkait dengan Razan, kepada Al Jazeera pada hari Sabtu.

Baca Juga :   "Saya Marah pada Islam, yang Mengharuskan Orang Berlapar-lapar"

“Kemudian seorang sniper menembakkan satu tembakan, yang langsung mengenai Razan. Fragmen peluru melukai tiga anggota lain dari tim kami.

“Razan pada mulanya tidak menyadari dia telah ditembak, tetapi kemudian dia mulai menangis, ‘Punggung saya, punggungku!’ dan kemudian dia jatuh ke tanah.

“Itu sangat jelas dari seragam kami, rompi kami dan tas medis, siapa kami,” tambahnya.

“Tidak ada pemrotes lain di sekitar, hanya kami.”

Tenaga medis di lapangan sebelumnya mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pasukan Israel telah menembaki para demonstran dengan jenis putaran baru.

Peluru yang ditembakkkan tentara Israel ini disebut juga “kupu-kupu peluru”.

Ketika peluru itu ditembakkan ke sasaran, maka korban akan mengalami luka parah pada arteri dan tulang dan cedera dalam yang tak kalah parah.

Rida beserta lelaki lain mengangkat Razan ke tenda darurat.

Razan saat diselamatkan oleh para lelaki pejuang Palestina. foto Adel Hana-Associated Press

 

Di tenda darurat, para dokter yang lain pun berusaha menyelamatkan nyawa Razan.

Mulai dari memegangi badan Razan, memeriksa denyut nadi di tangan Razan, hingga dokter berteriak-teriak meminta bantuan kepada asistennya. ini video penyelamatan tim dokter :

 

Sayang, nyawanya tak terselamatkan.

Ia dinyatakan mati syahid. Ia gugur sebagai syahida. (pds)

sumber  tribunnewsbogor.com 

video al Jazeera mubasher