Minggu , 19 Agustus 2018

MENGAPA ALLAH Disebut “ALLAH” ? Ini Jawaban Dr Zakir Naik

Mengapa Disebut Allah_panggilan dari surau

Panggilan dari Surau – Ada seorang wanita non muslim –di antara ribuan hadirin. Dia seorang pelajar, tapi dia tidak ingin menunjukkan identitasnya. Dia bertanya kepada DR Zakir Naik,  mengapa Allah disebut “Allah”, tidak disebut dengan nama lainnya?

Seperti biasanya, Dr Zakir memberikan jawaban yang brilian.

“Saudari itu bertanya mengapa Allah disebut Allah, tidak nama lainnya. Jawabannya ada dalam Al Qur’an surat Al Isra’ ayat 110.

قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَنَ أَيًّا مَا تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى

Katakanlah, serulah Allah atau serulah Ar Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai asma’ul husna (QS. Al Isra’: 110)

Kau bisa menyebut Tuhan (Allah Subhanahu wa Ta’ala) dengan nama apapun, tapi haruslah nama-Nya yang benar, haruslah nama yang diberikannya pada diri-Nya sendiri. Dan ada 99 nama yang disebutkan dalam Al Qur’an dan hadits shahih; Ar Rahman, Ar Rahim, Al Karim, Al Hakim, dan seterusnya tak kurang dari 99 nama. Dan yang menjadi mahkotanya adalah “Allah”.

Dan firman Allah “Allah memiliki asma’ul husna ” nama-nama terbaik ini selain tercantum dalam surat Al Isra’ ayat 110 juga diulang dalam surat Thaha ayat 8, Al A’raf ayat 180 dan surat Al Hashr ayat 24 di mana Allah menjelaskan bahwa Dia memiliki asma’ul husna. Tapi nama yang menjadi mahkota adalah “Allah”.

Dr Zakir Naik
Dr Zakir Naik

Lalu mengapa Muslim lebih senang menyebut “Allah” daripada menggunakan bahasa Inggris “God”?

Saudari, alasannya adalah, semua nama dan kata yang lainnya dapat mereka mainkan. Misalnya jika engkau menambahkan “s” pada kata “God”, dia menjadi Gods (tuhan-tuhan). Namun tidak ada bentuk jamak dari kata “Allah”. Dialah yang Maha Esa.

Jika engkau menambahkan kata “dess” pada kata “God” dia menjadi “Goddes” (tuhan perempuan). Dalam Islam, tidak ada yang namanya “Allah laki-laki” atau “Allah perempuan”. Allah SWT tidak memiliki jenis kelamin.

Jika kau menambahkan “father” pada kata “God” (Tuhan) maka akan menjadi “Godfather”,  dia adalah Tuhan Bapak, dia adalah penjagaku. Tidak ada yang namanya Tuhan Bapak dalam Islam. Jika kau menambahkan “mother” (Ibu) pada kata “God” maka menjadi “GodMother”, Tuhan Ibu.  Tidak ada yang namanya Tuhan Ibu dalam Islam.

Jika kau menambahkan nama tertentu pada “Tuhan”, jadilah ia “Tuhan Palsu”. Dalam Islam tidak ada Allah palsu. Itulah mengapa kami muslim lebih suka menyebut “Allah” sesuai dengan bahasa Arabnya.”  Dan itulah alasan kata ‘Allah’ ini juga ada di hampir semua kitab agama besar di dunia.

Jika kau membaca keenam kitab, maka salah satu sifat yang diberikan kepada Tuhan adalah “Allah”. Jika kau membaca Bible Kristen, dalam Gospel Markus 15:34, dalam Gospel Matius 27:46, ketika Yesus Kristus a.s. ditempatkan di salib, dia berseru, “Eli, Eli, lama sabakhtani? (Tuhanku, Tuhanku, kenapa kau meninggalkanku?)”. Kata “Eli, Eli, lama sabakhtani?” apakah lebih terdengar seperti “Tuhanku, Tuhanku, kenapa kau meninggalkanku?”. Tidak, tapi jika kau menerjemahkannya dalam bahasa Arab, maka akan menjadi “Allah, Allah, lama tarakhtani?”. Dan jika kau membaca kamus, hal ini dibaca, bahwa Eli dibaca “Allah”. Jadi  ini sangat mirip.

Baca Juga :   Kapan Niat Shalat Dilakukan, Bersamaan atau Sebelum Takbir ?

Jadi, bahasa Ibrani dan Arab, saling bersaudara. Jadi, bahkan Allah disebut di dalam Bible. Bahkan dalam kitab Hindu, ini disebutkan di dalam Wedha. Ada beberapa Upanishad, dengan nama ‘Allo Upanishad’. Jadi nama Allah ini juga disebut di dalam kitab-kitab suci agama-agama besar di dunia. Ini adalah nama yang benar untuk Tuhan Yang Maha Esa.

Semoga itu menjawab pertanyaanmu. (pds)

sumber desaislam.com
video lampu islam

Penasaran tentang tanya jawab di atas? Berikut ini video selengkapnya :