Protes 5 Mesjid Ditutup, MUSLIM ITALIA JUMATAN OUTDOOR DI DEPAN COLLOSSEUM ROMA

Ratusan umat Islam bersimpuh sujud saat shalat Jumat di dekat Roma Colosseum sekaligus memprotes penutupan 5 masjid di kota itu. (Foto: AFP)
Ratusan umat Islam bersimpuh sujud saat shalat Jumat di dekat Roma Colosseum sekaligus memprotes penutupan 5 masjid di kota itu. Foto AFP

 

PANGGILAN dari SURAU – Ratusan Muslim melaksanakan shalat Jumat di dekat Roma Colosseum. Shalat Jumat di dekat bangunan kuno dan bersejarah di kota itu sekaligus sebagai bentuk protes terhadap penutupan sejumlah masjid oleh otoritas setempat.

Umat Islam menggelar aksi protes karena merasa tak diperlakukan dengan adil dan tak mendapatkan kebebasan untuk menjalankan keyakinan mereka di negara itu.

Menurut panitia unjuk rasa, seperti dilansir Aljazeera, Sabtu (22/10), aksi protes digelar menyusul penutupan terhadap lima masjid baru-baru ini dengan alasan administrasi.

Para jamaah bersujud di atas sajadah dan terpal beberapa meter dari bangunan kuno itu. Beberapa spanduk bertuliskan “Perdamaian” dan “Buka masjid” dipampangkan.

 

Protes. Foto bdnews24.com/reuters
Aksi  Protes muslim Italia atas penutupan 5 mesjid di depan Collosseum Roma. Foto bdnews24.com/reuters

 

Umat Islam Italia menduga pemerintah daerah menanggapi iklim ketidakpercayaan yang disebabkan oleh serangan yang melanda Eropa belakangan ini. Namun sejumlah tempat ibadah umat Islam yang ditutup itu masalahnya dengan alasan sepele. Sebut misalnya persoalan jumlah toilet di tempat tertentu.

Komunitas Muslim di negara itu juga mengeluhkan otoritas yang mengecap masjid-masjid sebagai bangunan ilegal.

Baca Juga :   Rahasia Nenek Pemungut Dedaunan Kering di Halaman Mesjid

“Kami merasa orang menunjuk jari pada kami,” kata Francesco Tieri, seorang muallaf yang bertindak sebagai koordinator untuk sejumlah kelompok Muslim di kota tersebut.

 

Protes. Foto AFP
Protes Umat Islam Italia ditandai dengan shalat Jumat ooutdoor di depan Collosseum Roma. Foto AFP

 

“Tidak ada kemauan politik untuk mengakui bahwa kita di sini adalah masyarakat yang damai. Kami terpaksa menyewa tempat untuk melaksanakan shalat bersama,” imbuhnya.

Politikus Barbara Saltamartini, dari Partai Liga Utara yang anti-imigrasi, menyebut demonstrasi pada Jumat (21/10) kemarin sebagai  “provokasi yang tidak dapat diterima”.

Partai-partai sayap kanan telah menyerukan larangan pada setiap masjid yang dibangun dengan dana dari luar Italia. Dan usulan untuk membangun masjid bergaya tradisional sering ditentang oleh dewan lokal.

Di Italia, Islam tidak diakui sebagai agama resmi. Tidak seperti Yudaisme atau Mormon. Dan banyak umat Islam dari Afrika Utara dan Asia Selatan didiskriminasi atas dasar ras dan agama.

AFP
Ratusan muslim Italia mengikuti shalat Jumat di halaman gedung bersejarah, Collosseum Roma sebagai bentuk protes atas penutupan 5 mesjid. Foto AFP

 

Menurut angka resmi, ada lebih dari 800.000 Muslim yang tinggal di Italia secara legal. Para pejabat memperkirakan 100.000 lainnya hidup di sana secara permanen tanpa surat-surat resmi.  (pds)

Sumber Aljazeera
via salam-online.com