Jumat , 14 Desember 2018

Rupanya Di Sini Sumbernya, ASAL-MUASAL API YANG DIPAKAI MANUSIA SEKARANG

ilustrasi. foto iperceptive com

 

PANGGILAN dari SURAU – Allah SWT mengutus Malaikat Jibril ke Malaikat Malik, penjaga neraka, untuk mengambil sebagian api dari neraka untuk diberikan kepada Nabi Adam alaihis shalam agar bisa dibuat untuk memasak.

Malaikat Malik bertanya, “Wahai Jibril, berapa yang kamu inginkan?

Malaikat Jibril menjawab, “Aku hanya ingin mengambil perkiraan seperti buah kurma.”

Malaikat Malik berkata, “Seumpama aku memberimu perkiraan seperti buah kurma, niscaya langit dan bumi akan meleleh karena panasnya.”

Lalu Malaikat Jibril pun meminta setengah dari api neraka yang dimintanya pertama. Malaikat Malik berkata, “Kalau aku memberi permintaanmu yang kedua ini, niscaya langit tidak akan menetes kan air hujan dan bumi tidak akan menumbuhkan tanaman.”

Akhirnya, Malaikat Jibril kembali mengadu kepada Allah SWT tentang berapa ukuran api neraka yang akan diambil? Allah  berfirman, “Ambillah perkiraan satu biji jagung.”

Malaikat Jibril pun mengambil perkiraan satu biji jagung, namun tidak langsung diberikan kepada Nabi Adam as. Jibril masih merendam dan mencucinya 70 kali di 70 sungai yang berbeda.

Baca Juga :   Keberanian Guru Kenya hadapi Teroris

Setelah itu, Malaikat Jibril datang kepada Nabi Adam as dan meletakkannya di atas Gunung Syahiq.  Tidak lama kemudian, gunung tersebut meleleh dan api itu masuk ke dalam. Asapnya tetap berada di dalam bebatuan dan besi sampai sekarang.

Sedangkan api yang kita pakai sehari-hari itu diambilkan dari asap satu biji jagung api neraka. (pds)

Disarikan dari
Dzurratun-Nâshihîn Hal: 230 Cetakan Darul-Fikr.

sumber LAZ Sidogiri