Selasa , 20 November 2018
Cara Merawat Rambut Agar Cepat Panjang, Tidak Rontok dan Bercabang Rambut yang sehat adalah simbol bagi kecantikan kaum wanita. Dari rambut yang terlihat terawat dan sehat, akan membuat aura Anda terpancar dan penampilan pun akan semakin menarik. Namun ada banyak masalah rambut yang harus dihadapi wanita akibat proses perawatan rambut secara kimiawi, seperti misalnya keluhan rambut bercabang, berketombe, kering, dan rambut yang rontok. Untuk mendapatkan rambut yang indah, ada banyak cara merawat rambut yang dapat Anda lakukan, baik lewat perawatan khusus di salon kecantikan, ataupun dilakukan sendiri dengan bahan-bahan alami yang terjamin keamanan dan kebersihannya. Cara Merawat Rambut Agar Tidak Rontok Tentunya sebagai wanita sering muncul beberapa masalah akan kerontokan rambut. Nah, cara merawat rambut seperti ini bisa dengan cara alami agar lebih aman dan sehat untuk rambut Anda. Gunakan manfaat lendir aloevera atau lidah buaya untuk memijat bagian kulit kepala. Biarkan meresap kira-kira 15 menit, lalu bilaslah dengan air bersih. Kandungan vitamin alami yang dimiliki lidah buaya dipercaya memulihkan kekuatan akar dan batang rambut sehingga menghindarkan Anda dari kerontokan. Selain menggunakan lidah buaya, Anda juga dapat menggunakan aneka minyak alami seperti misalnya minyak zaitun dan minyak kelapa yang dipanaskan. Pijatlah bagian kulit kepala dengan minyak alami ini, tutup dengan handuk atau shower cap, lalu biarkan selama kurang lebih satu jam. Proses pemanasan minyak berguna untuk mengaktifkan kandungan vitaminnya sehingga akan lebih efektif menjaga kekuatan rambut Anda. cara merawat rambut alami cara merawat rambut pria cara merawat rambut agar lurus cara merawat rambut kering dan mengembang cara merawat rambut agar sehat dan cepat panjang Cara merawat rambut rusak cara merawat rambut rontok cara merawat rambut rusak agar kembali sehat

Rupanya Shalawat ini yang Dibaca Timnas Tunisia, Sebelum Laga Lawan Inggris

Timnas Tunisia di Piala Dunia 2018. foto cronicatv.com

PANGGILAN dari SURAU – Hiruk pikuk Piala Dunia mulai terasa semenjak beberapa hari yang lalu. Menariknya, pada perhelatan piala dunia kali ini, ada beberapa negara kontestan Piala Dunia yang mayoritas penduduknya muslim, di antaranya adalah Tunisia.

Sebagai salah satu negara kontestan muslim di Piala Dunia 2018, timnas Tunisia tidak lupa untuk berdoa sebelum bertanding. Di beberapa video yang tersebar di instagram, timnas Tunisia merapalkan beberapa doa saat berada di ruang ganti sebelum bertanding melawan Inggris di penyisihan Grup G.

Mereka tampak melantunkan surat al-Fatihah. Setelah itu, para pemain dan official juga membacakan shalawat Fatih ditutup dengan ayat 180-182 surat al-Shaffat sebagai berikut.

سُبْحنَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَ سَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَ الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Adapun shalawat Fatih yang dibaca adalah sebagai berikut.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْفَاتِحِ لِمَا اُغْلِقَ وَ الْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ وَ الْهَادِيْ اِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيْمِ وَ عَلَى اَلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَ مِقْدَارِهِ الْعَظِيْمِ


“Ya Allah curahkanlah rahmat dan keselamatan serta berkah atas junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang dapat membuka sesuatu yang terkunci, penutup dari semua yang terdahulu, penolong kebenaran dengan jalan yang benar, dan petunjuk kepada jalanMu yang lurus. Semoga Allah mencurahkan rahmat kepada beliau, kepada keluarganya dan kepada semua sahabatnya dengan sebenar-benar kekuasaanNya yang Maha Agung.”

Shalawat Fatih tersebut di atas merupakan shalawat yang biasa dibaca oleh penganut Tarekat Tijani. Penutup bacaan dengan tiga ayat tersebut juga merupakan ciri khas tarekat itu. Hal ini diutarakan oleh KH Muhadditsir Rifa’i, salah satu putra Muqaddam Tarekat Tijani Buntet Pesantren KH Abdullah Syifa Akyas kepada penulis pada Selasa (19/6) malam. Hal itu juga termaktub dalam kitab Al-Durar al-Saniyyah min al-Adzkar al-Nabawiyah wa Awrad al-Thariqat al-Tijaniyyah.Pelafalan dua wirid itu (shalawat Fatih dan ayat 180-182 surat al-Shaffat) memberikan indikasi mereka atau sebagiannya menganut tarekat yang didirikan oleh Sayyidina Syaikh Abu al-Abbas Ahmad bin Muhammad Attijani.

Baca Juga :   Usai Diperiksa Polisi, AHOK LAGI-LAGI 'NGELES' TIDAK MENISTAKAN ALQURAN

Sayangnya, saat pertandingan tersebut, Timnas Tunisia belum beruntung, sehingga harus menelan kekalahan 2-1 lewat gol Keane di menit-menit terakhir.

Timnas Tunisia harus menelan pil pahit pada laga perdananya di Piala Dunia 2018 pada Selasa (19/6) dinihari WIB. Perjuangannya selama 90 menit kandas di menit tambahan.

Adalah Harry Kane yang berhasil membuat para pemain dan pendukungnya tertunduk lesu. Pemain bernomor punggung 9 itu berhasil mencetak gol kedua pada debutnya di piala dunia itu setelah mendapat umpan sundulan dari Harry Maguire yang bermula dari sepak pojok.

Pemain Tottenham Hotspurs itu juga yang mencetak gol pertama bagi Inggris di Volgograd Arena. Ia berhasil memasukkan bola ke gawang pada menit kesepuluh usai menerima muntahan dari kiper Mouez Hassen.

Sementara itu, Tunisia sempat berhasil menyamakan kedudukan pada menit 35 melalui kaki Ferjani Sassi. Ia begitu tenang menendang bola dari titik putih setelah Fekhreddin Ben Youssef dilanggar oleh Kyle Walker. Meskipun bola sempat mengenai tangan kiper Jordan Pickford, tetapi ia terlalu deras untuk dapat dimentahkan.

Namun asa Tunisia masih belum pupus, mereka harus memenangkan dua pertandingan lagi untuk bisa lolos ke fase Knock Out. (pds)

M Alvin Nur Choironi, Islami.co
Muhammad Syakir Niamillah Fiza, NU Online