Kamis , 16 Agustus 2018

Si Bayi ini Bisa Berbicara, Siapa Ayah Biologisnya

Foto Ilustrasi
Foto Ilustrasi

 

PANGGILAN dari SURAU – Ada seorang pemuda yang sangat sholih, ia rajin beribadah dan berbakti kepada orang tua. Pria yang rajin beribadah itu bernama Juraij. Begitu rajinnya beribadah, Juraij membangun tempat peribadahannya sendiri dan ia biasa melakukan sholat wajib dan sunnah di tempat tersebut.

Namun, Allah subhanahu wa ta’ala memberikan ujian kepada Juraij. Ujian yang sekaligus menunjukkan bahwa laki-laki itu sungguh istimewa. Kisah itu bermula saat ibunya datang ke rumah Juraij lalu memanggilnya. Tapi ketika itu Juraij sedang sholat sehingga membuatnya kebingungan memilih antara melanjutkan sholat atau memenuhi panggilan sang ibu. Dalam hati ia berkata:

“Ya Allah, manakah yang lebih aku utamakan, melanjutkan shalatku ataukah memenuhi panggilan ibuku?”

Lalu ia memilih melanjutkan sholat sunnahnya tanpa memenuhi panggilan sang Ibu. Sebab itu ibunya merasa kecewa dan meninggalkan Juraij. Keesokan harinya sang Ibu datang kembali kepada Juraij dan lagi-lagi Juraij sedang menunaikan ibadah sholat sunnah.

“Hai Juraij !” seru ibu Juraij

Dalam hati Juraij kembali menemukan dilema, ia berkata dalam hati, “Ya Allah, manakah yang lebih aku utamakan, melanjutkan shalatku ataukah memenuhi panggilan ibuku?”

“Ya Allah, manakah yang lebih aku utamakan, melanjutkan shalatku ataukah memenuhi panggilan ibuku?”

Tapi Juraij lebih memilih melanjutkan sholatnya. Ibunya kembali kecewa dan meninggalkan Juraij. Keesokan harinya sang Ibu datang lagi hendak menemui Juraij. Ibunya memanggil, “Hai Juraij !” Dan kejadian itu terulang kembali, saat ibunya datang, Juraij sedang menunaikan sholatnya. Dalam hati ia pun mengalami kebimbangan antara memenuhi panggilan ibunda atau meneruskan sholatnya.

“Ya Allah, manakah yang lebih aku utamakan, melanjutkan shalatku ataukah memenuhi panggilan ibuku?”

Namun, Juraij tetap meneruskan sholat dan mengabaikan seruan ibunya. Tentu saja sang Ibu kembali kecewa karena berkali-kali datang tetap tidak mendapat sambutan dari anaknya. Saking kecewanya, sang Ibu berdoa kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Ya Allah, janganlah Engkau matikan ia (Juraij) sebelum ia mendapat fitnah dari seorang wanita pelacur.”

Kabar tentang Juraij Tersebar di Masyarakat

Kabar tentang ibadah Juraij telah tersebar di masyarakat. Juraij memang terkenal ibadahnya, hingga terdengar pada seorang pelacur cantik. Mendengar kabar keshalihan seorang pemuda bernama Juraij, pelacur itupun berkata:

“Jika kalian menginginkan popularitas Juraij hancur di mata masyarakat, maka aku dapat memfitnahnya demi kalian.”

Setelah diambil kesepakatan dengan orang-orang yang benci Juraij, mulailah pelacur itu menggoda dan membujuk Juraij. Namun, Juraij tidak bergeming dengan kecantikan si wanita penggoda itu. Lalu wanita itu pergi dan mendatangi seorang laki-laki penggembala ternak. Laki-laki itu biasa berteduh di dekat tempat peribadahan Juraij.

Baca Juga :   Wanita Shalihah itu Bagaikan Burung Gagak Putih

Wanita tersebut bermaksud menggoda si pengembala dengan rayuannya. Dan akhirnya mereka pun melakukan perzinahan hingga hamil. Usai melahirkan, wanita pelacur itu mengumumkan kepada masyarakat bahwa anaknya merupakan hasil zina dengan Juraij.

“Bayi ini adalah hasil perbuatanku dengan Juraij.”

Seketika mendengar itu, masyarakat langsung tersulut kemarahannya dan semua membenci Juraij. Kemudian masyarakat mendatangi tempat ibadah Juraij dan menghancurkannya. Tanpa babibu, warga menghakimi Juraij. Lalu Juraij berkata,

“Kenapa kalian melakukan ini padaku?”

“Kami lakukan ini karena kamu telah berzina dengan seorang pelacur hingga melahirkan bayi”, jawab warga.

“Dimana bayi itu?”, ucap Juraij

Kemudian dihadirkanlah si bayi hasil perbuatan zina itu. Dengan jari tangannya, Juraij menyentuh perut bayi sembari berkata, “Hai bayi kecil, siapakah ayahmu sebenarnya?”

Anehnya si bayi bisa berbicara dan menjawab pertanyaan Juraij, “Ayah saya adalah si fulan, seorang penggembala ternak.”

Dengan disaksikan masyarakat banyak, Juraij kembali disegani dan dihormati. Bahkan diantara mereka ada yang menciumi Juraij dan mengharap berkah darinya. Menebus kesalahannya, masyarakat ingin mengembalikan dan membangun kembali tempat ibadah Juraij yang lebih bagus.

“Kami akan membangun kembali tempat ibadahmu ini dengan bahan yang terbuat dari emas.”

Akan tetapi Juraij menolak dan mengatakan bahwa ia hanya ingin tempat ibadahnya dibangun seperti semula dari tanah liat.

 

Ini Adalah Kisah Nyata

Jangan dikira ini hanya sebuah fiksi yang tidak terbukti kebenarannya. Ini adalah cerita nyata, kisah pemuda shalih dan bayi yang bisa berbicara. Terjadi pada kaum Bani Israil, sebagaimana telah disebutkan dalam sebuah hadits shahih riwayat Bukhari no 3181 dan Muslim no 4626.

Beberapa kisah bayi bisa berbicara sebenarnya tidak hanya pada kisah Juraij saja, melainkan disebutkan dalam hadits lain. Ada beberapa bayi yang bisa berbicara atas izin Allah subhanahu wa ta’ala, salah satunya adalah Nabi Isa ‘alaihissalam manakala ibundanya, Maryam difitnah telah berzina oleh masyarakat setempat.  (pds)

 

via aritunsa.com