== [ Close Klik 2x ] ==
Selamat Datang

Subhanallah ! Bocah 7 Tahun Ini Juara Dunia Hafal Alquran

Musa Laode Abu Hanafi bersama para juara Musabaqah Tahfiz Quran Internasional di Mesir 2016. - foto facebook La Ode Abu Hanafi

MUSA LAODE ABU HANAFI, hafiz cilik yang masih berusia 7 tahun 10 bulan, baru saja mengukir sebuah prestasi membanggakan untuk Indonesia. Seperti dilansir dari situs resmi Kementerian Luar Negeri, Kemlu.go.id, dan kantor berita Mesir Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Minggu (17/4/2016), Musa mengikuti ajang penghafal Alquran tingkat dunia, Musabaqah Hifzil Quran (MHQ) International di Sharm El-Sheikh Mesir pada 10-14 April 2016.

“Alhamdulillah peringkat tiga,” tutur ayah Musa, La Ode Abu Hanafi, saat berbincang dengan Dream, Kamis 14 April 2016. Selama di Mesir Musa didampingi ayahnya, seorang petani asal Bangka Belitung, yang juga pelatihnya dalam menghafal.

Juara pertama untuk lomba hafiz ini adalah Ala Muhammad (9 tahun) dari Provinsi Buhairah, Mesir, dengan nilai 98,58. Peringkat ke dua diraih Bilal Muhammad Sayyid (10 tahun) dari Provinsi Kafr el-sheikh, Mesir.

Dalam Musabaqah Hafalan Quran internasional ke-23 yang digelar di Sharm el-sheikh, Provinsi Sinai Selatan, sejak 10 April ini, Musa mendapatkan nilai nilai 91,17. “Musa menjadi peserta paling muda,” tambah sang ayah.
Musa berhasil mengalahkan 80 peserta lainnya yang berasal dari 60 negara, sebut saja Mesir, Sudan, Arab Saudi, Kuwait, Maroko, Chad, Aljazair, Mauritania, Yaman, Bahrain, Nigeria, Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, Thailand, Australia, dan Ukraina. Musa merupakan peserta paling kecil di antara peserta lomba.

Musa adalah satu-satunya wakil Indonesia yang berpartisipasi di acara tersebut berdasarkan undangan Kementerian Wakaf Mesir, melalui Kemenag RI

Musa mengikuti lomba cabang Hifz Al-Quran 30 juz untuk golongan anak-anak, dan merupakan peserta paling kecil di antara seluruh peserta lomba, karena peserta lainnya berusia di atas sepuluh tahun.

Hal itu menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta Indonesia yang mendorong jurnalis Kantor Berita MINA mewawancarai Musa dan orangtuanya pada hari pertama kedatangan mereka, sebelum bertanding. Pada keesokan harinya hasil wawancara tersebut sudah dimuat di sejumlah media Mesir dengan judul: “Indonesia Berpartisipasi pada MTQ Internasional Sharm El-Sheikh dengan Peserta Paling Kecil”.
Dipuji Jokowi

Prestasi yang dibuat oleh hafiz cilik inipun mendapatkan perhatian dari seluruh masyarakat Indonesia, termasuk Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi), melalui akun Facebook Presiden Joko Widodo, Jokowi memberikan ucapan selamat kepada Musa. “Prestasi Musa La Ode Abu Hanafi, Hafidz cilik usia 7 tahun, membuat kita bangga. Musa yang merupakan peserta termuda, berhasil meraih peringkat tiga kompetisi hafalan Al Quran pada Musabaqah Hifzil Quran (MHQ) Internasional Sharm El Sheikh, Mesir. Apa yang diraih Musa mengharumkan nama Indonesia di dunia Islam. Selamat, Musa.”

Berbagai pujian pun dilontarkan oleh para netizen untuk Musa La Ode Abu Hanafi. “MasyaAllah..Selamat Adek Musa..Anak Indonesia itu cerdas-cerdas…gizi yang bagus, didikan yang bagus, kasih sayang yang bagus dr orang tua dan lingkungannya, akan menghasilkan generasi hebat. Di tanganmu ada harapan kami bapak Presiden,” tulis pemilik akun Facebook Lizza Nadlira.

Baca Juga :   Masya Allah, Usai Purna Tugas, Para Jenderal Polisi ini Memilih jadi Muballigh

Musa merupakan mantan peserta lomba hafalan Quran anak-anak yang pernah diselenggarakan di salah satu stasiun televisi swasta nasional. Dia sudah menghafal Alquran sejak usianya belum genap 6 tahun.

Sebelumnya, Musa juga pernah mengikuti ajang internasional di Arab Saudi. Musa yang kala itu juga menjadi peserta termuda menempati posisi 12 dari 25 peserta dari berbagai negara.

Membuat Juri Meneteskan Air Mata

Seperti peserta lomba cabang Hifzil Quran golongan anak-anak lainnya, Musa diminta untuk menuntaskan enam soal, yang berhasil dilalui Musa dengan tenang, tanpa ada salah maupun lupa. Hal itu berbeda dengan para peserta lomba lainnya yang rata-rata mengalami lupa, bahkan diingatkan dan dibetulkan oleh dewan juri.

Lancarnya bacaan dan ketenangan Musa dalam membawakan ayat-ayat Al-Quran yang ditanyakan membuat Ketua Dewan Juri Sheikh Helmy Gamal, Wakil Ketua Persatuan Quraa Mesir dan sejumlah hadirin meneteskan air mata.

Decak kagum terhadap penampilan Hafiz Cilik Indonesia tidak hanya ditunjukkan oleh dewan juri dan para hadirin. Para peserta yang menjadi saingan Musa pun menunjukkan decak kagum kepada utusan Indonesia tersebut.

Setelah tampil, Musa langsung diserbu oleh oleh para hadirin untuk berfoto dan mencium kepalanya sebagai bentuk takzim sesuai budaya masyarakat Arab. Tak mau ketinggalan, Dewan Juri dan panitia dari Kementerian Wakaf Mesir ikut pula meminta Musa untuk berfoto dengan mereka.

Hal itu tidak mereka lakukan terhadap peserta MTQ lainnya. Meskipun karena usianya yang masih kecil dan lidahnya yang masih cadel dan belum bisa mengucapkan hurup “R” Musa dinilai telah menjadi juara di hati dewan juri dan para hadirin, meskipun secara tertulis dia hanya memperoleh juara tiga.

Hal itu karena menurut Syeikh Helmy Gamal bacaan Al-Quran diatur dengan kaedah dan hukum yang jelas dan tidak bisa dikesampingkan antara lain terkait makharijul huruf.

Diundang Khusus ke Mesir

Pada acara penutupan, Menteri Wakaf Mesir Prof. Dr. Mohamed Mochtar Gomaa memanggil Musa dan Abu Hanafi secara khusus. Pada kesempatan tersebut Menteri Gomaa atas nama Pemerintah Mesir mengundang Musa dan Hanafi pada peringatan Malam Lailatul Qadar yang diadakan pada Ramadan mendatang. Disebutkan bahwa Presiden Mesir akan memberikan penghargaan secara langsung kepada Musa.

Pemerintah Mesir akan menanggung biaya tiket dan akomodasi selama mereka berada di Mesir. Menteri Gomaa menyampaikan takjubnya kepada Musa yang berusia paling kecil dan tidak bisa berbahasa Arab, tapi menghapal Al-Quran dengan sempurna.

Lauti Nia Sutedja, Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Kairo menuturkan, “Delegasi cilik Indonesia, Musa, telah berhasil meningkatkan kecintaan bangsa lain terhadap Indonesia. Banyak peserta yang menyebutnya sebagai mukjizat.”  (pds)

Sumber MINA (edisi 15 April 2015)
via visimuslim.net, dream.co.id, tribunews.com, bintang.com

Penasaran melihat penampilan Musa dalam ajang Musabaqah Hifzil Quran (MHQ) International di Sharm El-Sheikh Mesir? Klik link  video di bawah ini: