Jumat , 14 Desember 2018

Subhanallah, Bocah 8 Tahun Tersangkut di Atas Rumah Saat Tsunami Palu dan Selamat

Situasi sesaat setelah terjadi gempa di Palu

Panggilan dari Surau – Tsunami di Palu, Jumat (28/9/2018) sore membuat warga sekitar pantai sampai saat ini masih trauma. Bagaimana tidak, tinggi gelombang yang diprediksi kecil justru di luar perkiraan. Gelombang besar datang dan menghantam semua yang ada di pinggir pantai.

Namun selalu ada keajaiban di balik musibah. Seperti diungkapkan Wakil Komandan Zeni Bangunan, Mayor Edy Harahap. Dia menceritakan, saat mengevakuasi puluhan jenazah korban tsunami, bertemu dengan seorang anak berusia 8 tahun.

“Ada anak kecil 8 tahun yang masih hidup cerita ‘Tinggi komandan, sekitar hampir 6 meter itu’,” cerita Mayor Edy seperti dilansir Liputan6.com, Sabtu (29/9/2018).

Edy mengatakan, ombak pertama yang masuk ke tepi pantai telah menyeret sejumlah pedagang di pesisir pantai di Palu. Kemudian, ombak kedua menyusul dengan ketinggian sekitar 5-6 meter.

“Dia (anak berumur 8 tahun itu) bilang, ‘Saya sampai tersangkut di atas rumah’,” ujar Edy.

Edy menjelaskan bahwa saat itu sedang ada acara pembukaan Pesona Palu Nomoni.

Baca Juga :   Sangat Menyentuh, PENGAKUAN 'ALGOJO' HUKUMAN MATI NUSAKAMBANGAN INI

“Jadi banyak anak kecil, anak kecil jadi korban tapi tadi paling banyak perempuan, ada 80 persen perempuan,” sebut Edy.

Sementara itu, korban meninggal dunia akibat gempa dan tsunami di Palu, kini mencapai 384 jiwa. Mereka tersebar di RS Wirabuana Palu sebanyak 10 orang, RS Masjid Raya sebanyak 50 orang, RS Bhayangkara sebanyak 161 orang.

Kemudian, di Desa Pantoloan Induk sebanyak 20 orang, Desa Kayumalue Pajeko sebanyak 2 orang dan RS Undala Mamboro Palu sebanyak 141 orang.

“Ini hanya tercatat di kota Palu,” kata Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Sabtu (29/9/2018).

Sementara sebanyak 29 orang dinyatakan hilang di Pantoloan Induk.

 

Sumber : ruber.id