Kamis , 16 Agustus 2018

Terungkap Rahasia, Kenapa Jenazah Muhammad Ali Baru Dimakamkan 8 Hari Setelah Kematiannya

Muncul beberapa pertanyaan di seputar prosesi pemakaman legenda tinju Muhammad Ali. Salah satunya adalah prosesi pemakamannya yang dilakukan delapan hari setelah kematiannya pada Jumat (8 Juni 2016) malam lalu.  Padahal Ali adalah seorang muslim,  jenazah seorang muslim sunnah dimakamkan sesegera mungkin kurang dari 24 jam.

 

Pemakaman Muhammad Ali
Prosesi pemakaman Muhammad Ali  di Freedom Hall, Louisville AS, yg terbuka untuk umum khususnya kaum muslim, pada Jumat (10 Juni 2016) dinihari.

 

Alasan utama penundaan pemakaman selama berhari-hari itu adalah permintaan Ali sendiri. Ali tidak ingin pamakamannya berlangsung tertutup dan dihadiri oleh keluarganya saja. Dia ingin agar semua orang fans-nya dan semua orang yang mencintainya berkesempatan untuk mengucapkan perpisahan yang terakhir kalinya. Sebab Ali bukan hanya milik  keluarganya, tapi dia adalah milik dunia.

”(Pemakaman) Ini adalah apa yang ingin saya lihat, ini adalah jenis program yang ingin saya lihat, yaitu inklusif untuk semua orang, di mana kita memberikan kesempatan sebesar-besarnya pada orang-orang yang ingin memberikan penghormatan pada saya,” ujar juru bicara keluarga Ali, Bob Gunnell, menirukan ucapan almarhum sepuluh tahun lalu.

Ali memang sudah lama merencanakan prosesi pemakamannya dengan begitu detail. Pengacara dan beberapa orang terdekatnya membantu menyusun detail rencana pemakamannya.

Begitu detailnya hingga berupa buku setebal dua inci yang oleh keluarga dan orang terdekatnya disebut dengan The Book. Rincian prosesi pemakaman ini dirubah sedikit beberapa hari jelang kematiannya. Yaitu tentang lokasi di mana jenazahnya bakal disemayamkan untuk terakhir kalinya.

Awalnya Ali ingin dimakamkan di Muhammad Ali Center di Louisville. Namun istrinya Lonnie khawatir itu akan membuat  Muhammad Ali Center tidak bisa berfungsi sebagai mana mestinya. Sebab orang-orang bakal berdatangan ke makam tersebut. Ali akhirnya memutuskan untuk dimakamkan di Cave Hill Cemetery.

Cave Hill Cemetery, tempat Muhammad Ali dimakamkan. - foto brilio.net
Cave Hill Cemetery, Louisville, AS, tempat Muhammad Ali dimakamkan. – foto brilio.net

 

 Lokasi calon makam Muhammad Ali dikelilingi oleh pohon-pohon tua berusia ratusan tahun dan memiliki rumput rapi yang dirawat oleh staf Angkatan Darat Amerika Serikat. Foto brilio.net
Lokasi calon makam Muhammad Ali dikelilingi oleh pohon-pohon tua berusia ratusan tahun dan memiliki rumput rapi yang dirawat oleh staf Angkatan Darat Amerika Serikat. – Foto brilio.net

 

”Muhammad merencanakan semua ini. Dan dia merencanakannya sebagai sebuah momen pembelajaran,” ujar  Imam Zaid Shakir yang memimpin prosesi salat jenazah.

Baca Juga :   INI ALASAN TERSEMBUNYI di Balik Larangan Memakan Daging Babi

Pemakaman Ali memang merupakan pembelajaran utamanya tentang kerukunan umat beragama. Orang-orang dari berbagai latar belakang bergandengan tangan dalam damai di prosesi pemakamannya.

Kehadiran Obama

Meski perencanaan sudah begitu detail, ada beberapa hal yang berubah dari prosesi pemakaman. Salah satunya adalah kehadiran Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama.

Obama dijadwalkan hadir dalam prosesi penghormatan terakhir di KFC Yum! Center. Namun, orang nomor satu di AS itu tidak bisa datang. Sebab, pemakaman Ali bertepatan dengan upacara kelulusan putri Obama, yaitu Malia.

Obama memilih menghadiri acara kelulusan putri pertamanya tersebut. Meski begitu, Obama telah menelepon Lonnie dan mengucapkan belasungkawa. Obama Kamis lalu (9/6) mengunggah pesan video dengan menunjukkan dua benda kenang-kenangan yang pernah diberikan oleh Ali. Yaitu, sebuah buku berisi foto Ali dan sepasang sarung tinju.

 

Kehadiran Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

 

Erdogan awalnya juga dijadwalkan untuk memberikan eulogi. Namun, orang nomor satu di Turki itu mempercepat kunjungannya di AS karena terlibat sedikit cekcok.

Erdogan hadir saat Ali disalati di Freedom Hall Kamis lalu. Erdogan saat itu ingin menyelimuti peti jenazah Ali dengan kain dari Kakbah selama almarhum disalati. Namun, permintaan ini ditolak.

Bodyguard yang mengawal Erdogan juga sempat bentrok dengan agen rahasia AS saat mereka sama-sama mengawal Erdogan.

Minta pemakaman digratiskan

Keinginan Ali agar orang yang hadir di prosesi pemakamannya tidak dipungut biaya sepeser pun juga tidak terlaksana.

Pihak keluarga memang membagikan 15 ribu tiket gratis untuk hadir di KFC Yum! Center. Namun, beberapa orang yang sudah mendapatkan tiket ternyata menjualnya secara online.  (pds)

 

sumber AFP, Aljazeera, The New York Times, CNN
via jpnn.com