Minggu , 19 Agustus 2018

Ustadz ini “Main” Ponsel Ketika Jadi Imam Shalat

Ustadz Khairul Ikhwan
Ustadz Khairul Ikhwan saat membuka ponsel untuk membaca surah di dalam shalat yang dipimpinnya.

PANGGILAN DARI SURAU – Media sosial baru-baru ini diramaikan dengan sebuah video seorang imam yang ‘main’ handphone ketika shalat.

Dari rekaman itu terlihat imam shalat yang sedang membacakan Surah Al Fatihah tiba-tiba mengambil ponsel yang tersimpan di saku baju, scroll layar dan lalu membaca Surah. Rupanya ustadz ragu dengan hafalannya sehingga harus membuka ponselnya yang memiliki mushaf. Hal itu terus berulang dilakukan usai membaca Al Fatihah dan memasuki pembacaan surah.

Nah, video ini menjadi heboh ketika diunggah ke Youtube oleh akun Khayr. Tambah geger lagi ketika ada yang mengcopy dan menayangkannya tidak utuh, sehingga yang terlihat adalah imam shalat sedang main-main dengan ponselnya. Tentu saja ini menimbulkan komentar macam-macam, baik yang pro atau kontra, bahkan ada yang menghujat sag ustadz. Geger terjadi bukan hanya di Malaysia, tapi juga menjalar ke Indonesia. Akibat geger ini, sang ustadz bahkan dijuluki “ustadz HP” di negerinya.

Informasi yang didapat dari para netizen negeri jiran, imam itu bernama Ustadz Achmad Khairul Ikhwan, dari Kelantan, Malaysia. Rekaman itu didapat saat ustadz sedang mengimami shalat isya dan tarawih di sebuah mesjid.  Rupanya di mesjid itu, shalat terawehnya menuntut pembacaan surahnya dengan cara khatam Alquran selama sebulan Ramadhan.

“Beliau sebenarnya seorang tahfiz, cuma pikiran beliau kurang konsen waktu itu.  Karena sebelum shalat Isya, beliau mendapat kabar orangtua angkatnya wafat. Nah, supaya tidak terganggu ketika membaca surah panjang, beliau membuka ponsel yang ada salinan alquran lengkap. Sebelum shalat sendiri, beliau sudah seting ponsel ke airplane mode,” ujar netizen bernama Din AA3 memberikan penjelasan.

Bacaan Ustadz Khairul memang sangat fasih. Bahkan di beberapa surah beliau menangis terharu. Ustadz ini lumayan kondang di Malaysia dan diundang ke beberapa wilayah di sana, baik untuk ceramah ataupun menjadi imam mesjid.

Inilah cuplikan video yang membuat heboh netizen tersebut (Youtube Khayr) :

 

Boleh atau tidak

Banyak perbedaan pendapat dari para ulama mengenai membaca Al Quran ketika shalat dari mushaf atau handphone secara langsung. Beberapa ulama menganggap membaca mushaf termasuk merupakan gerakan yang terlalu banyak. Sehingga akan mengurangi kekhusyuan shalat.

Al-Kasani menyebutkan,

ولو قرأ المصلي من المصحف فصلاته فاسدة عند أبي حنيفة. وعند أبي يوسف و محمد: تامة ويكره. وقال الشافعي: لا يكر.

Jika ada orang yang shalat sambil membaca mushaf, maka shalatnya batal menurut Imam Abu Hanifah, sementara menurut Abu Yusuf dan Muhammad asy-Syaibani (dua murid senior Imam Abu Hanifah), shalatnya sah, namun makruh. Kemudian Imam asy-Syafii berpendapat, “Tidak makruh.” (Bada’i ash-Shana’i, 1:236).

Sementara itu, riwayat lain menyebutkan bahwa Aisyah Radhiyallahu Anha pernah diimami shalat oleh salah satu budaknya dan budah tersebut membuka mushaf. Imam Bukhari membawakan dalam kitab shahihnya,

Baca Juga :   "Ya Tuhan, Tolong Pilihkan Agama yang Baik Buat Saya, kalau Bisa Jangan Islam"

وَكَانَتْ عَائِشَةُ يَؤُمُّهَا عَبْدُهَا ذَكْوَانُ مِنَ الْمُصْحَفِ

“Aisyah pernah diimami oleh budahnya Dzakwan dan ketika ia membaca langsung dari mushaf.”

Sembahyang dan membaca al-Quran adalah dua amalan soleh. Adalah sangat dituntut jika seseorang itu mampu membaca keseluruhan al-Quran dalam sembahyangnya. Hukum seseorang membaca mushaf al-Quran ketika bersembahyang adalah dibenarkan dan tidak makruh; hal yang sama juga berlaku ketika dia shalat sendirian atau menjadi imam, ketika shalat fardhu atau sunat, sama ada yang membaca mushaf itu seorang hafiz atau tidak.
Imam al-Nawawi menjelaskan, “Jika orang yang sedang shalat membaca ayat al-Quran daripada mushaf, maka tidak terbatal shalatnya itu, baik dia itu seorang hafiz atau tidak. Bahkan bagi orang yang masih belum menghafal surah al-Fatihah, wajib baginya untuk membaca mushaf. Jika dia membuka lembaran mushaf daripada satu helaian ke helaian lain ketika sedang shalat, maka shalatnya itu tidak batal.” (al-Majmu’, jil. 4, hlm. 27). Hujah: 1)

 

Hujah:

1)  Abdullah bin Abi Mulaykah melaporkan bahwa Siti A’isyah radhiallahu’anha pernah bersembahyang yang diimami oleh hamba lelakinya yang bernama Zakuan pada bulan Ramadhan. Zakuan menjadi imam sambil membaca mushaf al-Quran. Hadits sahih ini disampaikan oleh Imam al-Nawawi.

Terdapat laporan lain yang menjelaskan peristiwa yang sama yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari, Ibn Abi Syaibah, dan al-Bayhaqi. Dalam riwayat Imam al-Bukhari, dinyatakan secara umum yaitu tidak dikhususkan pada bulan Ramadhan.

2) Membaca al-Quran itu merupakan ibadah dan membaca daripada mushaf al-Quran juga merupakan ibadah. Tiada dalil Syarak yang melarang menggabungkan dua ibadah tersebut.

3) Kaedah hukum Syarak menjelaskan bahwa hukum kaedah adalah mengikut hukum maksud. Maksud orang yang membaca daripada mushaf ketika bersembahyang adalah untuk memenuhi tuntutan membaca ayat al-Quran.

Hukum membaca ayat al-Quran selepas surah al-Fatihah adalah sunat, maka kaedah melaksanakan amalan sunat itu juga adalah hukumnya sunat. Maka membaca mushaf untuk memenuhi tuntutan membaca ayat al-Quran itu tidak dilarang.

Menurut fatwa yang dikeluarkan oleh Darul Ifta Mesir:

Membaca ayat al-Quran daripada mushaf ketika bersembahyang adalah dibenarkan dalam hukum Syarak, sama ada ketika sembahyang fardhu atau sunat. Amalan itu tidak dianggap makruh dan tidak membatalkan sembahyang. Perlu diambil perhatian, selama mana isu ini adalah isu yang diperselisihkan dalam kalangan ulama, maka isu ini memberikan keluasan kepada umat Islam. Para ulama sepakat mengatakan bahwa isu yang diperselisihkan bukanlah suatu yang munkar, maka ia tidak seharusnya menjadi puncak berlakunya fitnah dan perpecahan dalam kalangan orang Islam.”   Wallaahu a’lam.

Setelah melihat video tersebut bagaimana pendapat Anda ? (pds)

Sumber  arah.com via pelangimuslim.com, youtube