== [ Close Klik 2x ] ==
Selamat Datang

Wow, Aksi Bela Islam III Dipersiapkan, HABIB RIZIEQ SERUKAN REVOLUSI

Habib Rizieq saat memimpin Aksi Bela Islam III atau dikenal sebagai Aksi 411, 4 Nov 2016 di Jakarta. foto detik.com
Habib Rizieq saat memimpin Aksi Bela Islam III atau dikenal sebagai Aksi 411, 4 Nov 2016 di Jakarta. foto detik.com


PANGGILAN dari SURAU
– Berita demo 25 November sebagai kelanjutan dari demo 4 November, menjadi perbincangan ramai di media sosial (medsos). Demo 25 November akan dilakukan jika polisi belum juga menetapkan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai tersangka kasus penistaan agama.

Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab tak membantah demo lanjutan 4 November. Namun, Habib Rizieq menegaskan bahwa sampai saat ini belum ditetapkan tanggalnya.

“Tanggal aksi bela Islam III belum ditetapkan GNPF-MUI (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI). Tapi memang akan digelar jika penista Al-Qur’an tetap dilindungi dan dibela oleh rezim penguasa,” demikian dikatakan Habib Rizieq melalui website pribadinya.

Habib Rizieq menyerukan agar umat Islam di seluruh penjuru negeri melakukan persiapan untuk kembali melakukan aksi unjuk rasa jika penegakan hukum terhadap penista agama tetap mandul.

Jika aksi belas Islam I & II tetap tidak digubris rezim penguasa dan penegakan hukum tetap mandul, maka revolusi bela Islam akan jadi solusinya,” tegas Habib Rizieq.

Habib Rizieq juga menyerukan agar umat Islam di daerah-daerah tetap melakukan aksi untuk menjaga semangat umat Islam membela Alquran.

Baca Juga :   TERNYATA INI YANG DILAKUKAN AHOK SAAT DEMO RUSUH, Nonton TV dan Selfie Bareng Timses

Hal senada dikatakan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, KH Muhyiddin Junaidi. Menurut Muhyiddin, jika penegakan hukum terhadap Ahok tetap mandul, bukan tidak mungkin ratusan ribu umat Islam kembali melakukan unjuk rasa.

“Kalau demo jilid III terjadi, maka aparat keamanan harus lebih waspada. Sebab, potensi terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan lebih terbuka. Selain karena waktunya semakin dekat dengan Pilkada DKI, juga karena umat merasa kecewa demo jilid I dan II kurang direspon,” ujar Muhyiddin.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengaku sudah mendapat informasi bahwa akan ada aksi unjuk rasa pada 25 November 2016 mendatang.

“Sudah ada informasi tapi kita akan antisipasi,” kata Tito di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (8/11).

Tito menambahkan, hingga saat ini, Polri belum mendapat permohonan izin untuk aksi susulan 25 November 2016. Berdasarkan undang-undang, pengajuan permohonan bisa dilakukan dua hari sebelum aksi berlangsung.

“Belum (ada pengajuan permohonan izin aksi demonstrasi). Biasanya beberapa hari,” ujar dia.

Tito memastikan Polri akan berupaya agar aksi unjuk rasa pada 25 November mendatang berlangsung dengan tertib dan kondusif.  (pds)

sumber pojoksatu.com, merdeka.com